Mengoptimalkan Investasi Syariah di Era Digital

Ekonomi Syariah97 Dilihat

JAKARTA – Bank Jago, Bibit dan Stockbit berkolaborasi megoptimalkan investasi syariah di era digital. Kolaborasi membantu masyarakat berinvestasi di reksa dana, sukuk dan saham syariah sesuai fatwa DSN MUI.

Aplikasi Bank Jago Syariah sendiri telah hadir pada 2022 sebagai solusi keuangan digital syariah untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama islam.

  1. Atur Keuangan

Head of Sharia Digital Funding Bank Jago, Nur Fajriah Rachmah menyebutkan, nasabah dapat mengelola berbagai kebutuhan keuangan seperti dana darurat, investasi, haji, umrah, hingga zakat secara terpisah dengan fitur kantong pada aplikasi Bank Jago syariah.

BACA JUGA :  MES Gelar Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

“Jago Syariah dirancang untuk membantu nasabah agar terbiasa melakukan budgeting karena ada fitur Kantong yang bisa dibuat sendiri hingga 60 Kantong,” ujarnya, Kamis (16/1/2025)  dilansir Okezone.

Hingga akhir 2024, aplikasi Jago Syariah telah digunakan sekitar 2 juta nasabah, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan produktif (18-44 tahun). Total nasabah telah membuat 4,2 juta Kantong, yang paling banyak digunakan untuk uang muka rumah, dana darurat, kebutuhan keluarga, dan lain sebagainya.

 

  1. Inovasi Digital pada Investasi Syariah

Kolaborasi Bank Jago dengan Bibit dan Stockbit menghadirkan beberapa inovasi digital dalam investasi syariah, di dalamnya termasuk:

BACA JUGA :  Perkuat Ekonomi Syariah, CSED INDEF Silaturahim ke KH Ma'ruf Amin

– Reksadana Syariah: Pemesanan dan pencairan reksadana syariah secara online melalui agen penjualan atau e-commerce.

– Sukuk Ritel dan Tabungan: Pembelian sukuk ritel secara digital melalui mitra distribusi.

– Buka Rekening Dana Investasi (RDI): Pendaftaran akun investasi untuk jual-beli saham syariah secara online.

– Equity Crowdfunding: Pengumpulan modal usaha melalui platform fintech sesuai prinsip syariah.

– Nabung Saham (Autodebet): Gerakan Yuk Nabung Saham dengan mendebet RDI secara online dan berkala seperti rekening tabungan.

BACA JUGA :  BSKDN Kemendagri Gandeng BSI, Edukasi Keuangan Syariah dan Gaya Hidup Sehat

– AI dan Big Data (Robo Advisor): Investasi menggunakan Big Data Analysis dan AI untuk transaksi saham, manajemen portofolio dan sarana investasi.

Kerja sama ini telah sukses menarik lebih dari 260 ribu pengguna Jago Syariah untuk memulai investasi. Sampai saat ini, nasabah telah membuat 470ribu Kantong yang dialokasikan untuk investasi.

Kolaborasi antar keduanya juga memungkinkan nasabah menggunakan Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah, mempermudah investasi pada produk seperti Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) hingga saham syariah. (okz/isl)