Juni Sumut Diperkirakan Akan Cetak Deflasi

Bisnis37 Dilihat

MEDAN – Dari hasil pengamatan harga di awal pekan ini, sejumlah harga komoditas pangan seperti daging ayam, bawang merah, bawang putih mengalami penurunan.

Mengacu kepada PIHPS, Senin (3/6/2024), rata-rata harga bawang merah mengalami penurunan Rp 5.000 per Kg di sejumlah pasar tradisional di kota medan. Harga bawang merah saat ini ditransaksikan dikisaran Rp 45 ribu per Kg, turun dari posisi sebelumnya di akhir bulan Mei yang sempat berada di level Rp 50 ribu per kg nya.

Selanjutnya,  harga daging ayam yang sempat ditransaksikan rata-rata di harga Rp 38.700 per Kg, berdasarkan panel harga dari PIHPS di Kota Medan, awal pekan ini ditransaksikan dikisaran Rp 36.300 per Kg nya.

BACA JUGA :  Iran Beri Sinyal Positif, Tanker Pertamina Siap Lintasi Selat Hormuz

Selanjutnya harga tomat, yang sejauh ini masih ditransaksikan dalam rentang angka yang cukup lebar dengan kecenderungan turun. Diproyeksikan akan membentuk rata-rata harga yang lebih murah dibulan Juni ini dibandingkan bulan Mei.

“Ketiga komoditas tersebut berpeluang untuk merealisasikan angka yang konsisten lebih rendah dibandingkan dengan bulan Mei kemarin. Ditambah lagi, ada peluang cabai merah juga diperdagangkan lebih rendah di bulan ini. Salah satu indikatornya adalah lompatan harga cabai merah di awal pekan yang tidak begitu signifikan,” ungkap Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut, Gunawan Benjamin.

BACA JUGA :  Camat Galang Ingatkan Pedagang Eceran Tidak Jual BBM dengan Harga Tinggi

Menurutnya, terjadi lompatan harga cabai merah ditengah minimnya supply di awal pekan ini, harga cabai merah masih dalam rentang Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per Kg.

Berdasarkan PIHPS, harga cabai merah di kota medan pada awal pekan ini ditransaksikan dikisaran Rp 50.900 per Kg. Ini kabar baik dimana harga cabai sangat berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu per Kg, setidaknya hingga perayaan Idul Adha nanti.

BACA JUGA :  Revitalisasi KUD Bantu Asta Cita Wujudkan Swasembada Pangan

“Meskipun terlalu dini menhitung berapa deflasi di Sumut pada bulan Juni. Namun, jika tida ada aral melintang, Sumut akan merealisasikan deflasi di Bulan Uni lebih tinggi daripada realisasi deflasi pada bulan April sebelumnya. Artinya Sumut akan mampu mencetak deflasi justru disaat ada perayaan hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri (April) serta Idul Adha (Juni),” pungkasnya. (lub)