JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memperkuat cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional hingga mampu mencukupi kebutuhan selama tiga bulan ke depan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian pasokan energi global.
Bahlil menyampaikan arahan tersebut setelah menghadiri pertemuan di Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Ia menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan BBM baru guna mendukung peningkatan kapasitas cadangan energi nasional.
Menurut Bahlil, sebelumnya muncul usulan agar cadangan BBM nasional ditingkatkan hingga 60 hari. Namun, keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi kendala utama dalam merealisasikan rencana tersebut. Karena itu, pemerintah akan segera membangun infrastruktur storage agar cadangan energi dapat ditingkatkan hingga tiga bulan.
“Ada usulan teman-teman agar cadangan BBM sampai 60 hari. Mau taruh di mana? Storage kita tidak punya. Makanya arahan Bapak Presiden sekarang kita segera membangun storage supaya cadangan kita bisa sampai tiga bulan,” kata Bahlil usai dari Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (5/3/2026).
Ia mengatakan proses penentuan lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan saat ini masih dalam tahap kajian melalui studi kelayakan. Salah satu wilayah yang dipertimbangkan untuk pembangunan tersebut berada di kawasan Sumatera.
Saat ini, kapasitas penyimpanan BBM nasional masih terbatas sehingga cadangan energi Indonesia hanya mampu bertahan sekitar 20 hingga 25 hari. Bahlil menyebut angka tersebut sebenarnya sudah berada sedikit di atas batas minimal yang selama ini ditetapkan.
“Kapasitas daya tampung BBM kita selama ini hanya sekitar 25 hari. Cadangan nasional minimal berada di kisaran 20 sampai 23 hari, dan saat ini sudah mencapai sekitar 23 hari,” jelasnya.
Bahlil menegaskan keterbatasan cadangan energi bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan BBM, melainkan karena fasilitas penyimpanan yang masih minim. Oleh sebab itu, pembangunan storage baru dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
Rencana penambahan kapasitas cadangan BBM ini juga berkaitan dengan situasi geopolitik global yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dapat berdampak pada jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. (isl)
