Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp101,1 triliun hingga akhir kuartal II 2026. Dana tersebut telah dimanfaatkan untuk menjangkau 63,13 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Purbaya menjelaskan, penggunaan APBN untuk program MBG merupakan bagian dari fungsi anggaran negara sebagai agent of development atau pendorong pembangunan. Menurutnya, APBN tidak hanya berperan sebagai shock absorber dalam menghadapi gejolak ekonomi dan melindungi masyarakat miskin, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.
“Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas termasuk program MBG yang telah merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8/2026).
Selain MBG, pemerintah juga mengalokasikan Rp13,1 triliun untuk pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pendidikan.
Di bidang perlindungan sosial, pemerintah tetap melanjutkan berbagai program guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan. Melalui APBN, bantuan sosial terus disalurkan melalui sejumlah program utama.
Purbaya menyebutkan realisasi anggaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp14,5 triliun, Kartu Sembako sebesar Rp19,7 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp8,8 triliun.
Menurutnya, keseluruhan belanja pemerintah tersebut merupakan bagian dari strategi APBN untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian. (bc/isl)