Deli Serdang – Berawal dari pengajian sederhana untuk masyarakat sekitar pada tahun 2019, Yayasan Utsman Bin Affan Putra Putri Sumut (YUBASU) terus berkembang menjadi lembaga pendidikan berbasis Tahfiz Quran yang fokus membina anak yatim dan dhuafa. Sejak tahun 2021, yayasan yang berlokasi di Jalan Datuk Kabu Pasar 3 Tembung, Kabupaten Deli Serdang ini konsisten memberikan pendidikan gratis bagi santri pra sejahtera.
Tidak hanya membina hafalan Al-Quran, para santri di YUBASU juga mendapatkan pendidikan formal serta pembinaan karakter dan keterampilan tambahan untuk masa depan mereka.
Salah satu kisah yang menjadi bukti nyata kepedulian YUBASU adalah seorang santri berinisial R (14). Sebelum bergabung di YUBASU, R merupakan anak jalanan yang sehari-hari berjualan tisu di pasar. Mirisnya, ia sempat menjadi korban penyalahgunaan narkoba akibat pengaruh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ketua Yayasan, Buya Dr. HM. Arfan Daulay MA menjelaskan, relawan YUBASU menemukan R dan kemudian membawanya menjalani rehabilitasi. Setelah dinyatakan pulih, R direkrut menjadi santri tahfiz di YUBASU dan hingga kini tetap bertahan menjalani pendidikan sebagai penghafal Al-Quran.
“Anak ini menjadi bukti bahwa dengan pendidikan dan perhatian yang tepat, masa depan anak-anak bisa diselamatkan,” ujar Buya Arfan saat diwawancara BhinekaNews, Senin (18/5/2026).
Wakil Pimpinan Pondok Tahfidz YUBASU, Ummi Ina Martina mengatakan, pada tahun ajaran 2026/2027 pihaknya membuka kuota sebanyak 25 santri pra sejahtera. Hingga saat ini, baru tujuh santri yang masih tercover oleh orang tua asuh.
Ia menjelaskan, biaya pembinaan satu orang santri hingga khatam 30 juz dan wisuda mencapai Rp1,2 juta per bulan. Biaya tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan santri seperti makan, pendidikan, buku pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, biaya ujian, rihlah, sarana prasarana hingga wisuda.
Selain fokus pada hafalan Al-Quran, YUBASU juga membekali para santri dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti:
1. Belajar komputer
2. Belajar pidato
3. Belajar bela diri silat
4. Belajar bahasa Inggris dan Arab
5. Belajar matematika dasar
YUBASU menerima lulusan SD, SMP hingga SMA untuk dididik menjadi penghafal Al-Quran. Dalam proses pendidikan formal, yayasan bekerja sama dengan Tsanawiyah Alhijrah serta lembaga PKBM yang membantu penyelenggaraan pendidikan Paket C setara SMA. Selain itu, YUBASU juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yang memberikan beasiswa bagi lulusan tahfiz 30 juz.
Melalui kesempatan tersebut, Ummi Ina Martina mengajak para pengusaha, profesional dan masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki untuk ikut menjadi orang tua asuh bagi santri pra sejahtera di YUBASU.
Selain program pendidikan, YUBASU juga tengah merencanakan pembangunan masjid dan penambahan kamar santri di lantai dua. Saat ini, pembangunan tersebut masih membutuhkan dana sekitar Rp600 juta.
“Nantinya nama donatur tunggal akan dijadikan nama masjid yang digunakan santri untuk shalat lima waktu, shalat sunnah dan menghafal Al-Quran,” jelas Ummi Ina.
Sementara itu, Ketua Pembina YUBASU, Ummi Astrida Daulay menjelaskan bahwa yayasan tersebut merupakan lembaga sosial berbasis masyarakat yang memiliki sekitar 150 relawan aktif dan terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, profesional, komunitas, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, kelompok keagamaan, hingga perusahaan swasta maupun pemerintah. Pendidikan anak-anak pra sejahtera adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (r/isl)
