Akibat Ulah BBWS Sumatera II, Satu Desa di Asahan Terendam Banjir: Aspirasi Masyarakat Diabaikan

Headline105 Dilihat

ASAHAN – Masyarakat Desa Sei Dua Hulu, Asahan, menjadi korban banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Asahan Hilir Ulak Bandung 2. Kini, kondisi desa mereka digenangi air hingga selutut orang dewasa.

Menurut Kepala Desa Sei Dua Hulu, Sumardi Nasution, terkait kegiatan proyek tanggul di Sungai Asahan Hilir Ulak Bandung 2 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II melalui pihak ketiga, telah mengakibatkan desa mereka terkena musibah banjir kiriman.

BACA JUGA :  Berkas Pemilik Sabu 106 Kilo di Kepri Dinyatakan Lengkap

Sebab, pelaksana proyek telah membuka bibir sungai menuju tanggul, sehingga merusak tanggul existing yang
ada. Akibatnya, Desa Sei Dua Hulu kebanjiran.

“Senin besok kami akan melihat tanggul yang jebol itu,” kata Sumardi.

Ia juga mengaku, akibat banjir yang melanda desanya, warga desa mengalami kerugian yang cukup besarzl, karena lahan pertanian mereka terendam banjir.

BACA JUGA :  Polrestabes Medan Amankan Tiga Orang dalam Bentrok Selambo

“Pihak BBWS Sumatera II harus bertanggungjawab, dan mengganti kerugian yang dialami warga,” imbuhnya.

Keluhan masyarakat ini juga telah disampaikan Perkumpulan
Masyarakat Demokrasi Empatbelas melalui surat resmi yang dilayangkan ke Kantor BBWS Sumatera II. Tapi sayang, hingga berita ini masuk ke meja redaksi, pihak BBWS Sumatera II belum merespon atau menanggapi keluhan warga tersebut.

BACA JUGA :  Gubsu Bobby Tetapkan Status Tanggap Darurat Atas Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Gempa Bumi

“Sudah kita surati BBWS Sumatera II, tapi hingga kini belum memberi tanggapan. Selanjutnya kita akan menyurati Kementerian PU,” ungkap Muhri Fauzi Hafiz, Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas.(bj)