Razia THM di Capital Dituding ‘Masuk Angin’

Headline129 Dilihat

MEDAN – Razia yang dilakukan Polrestabes Medan di sejumlah lokasi hiburan malam mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Sebab, dari sejumlah tempat hiburan malam (THM), tak ada satu pun peroleh hasil yang memuaskan, terutama yang terletak di Capital Building, Jalan Putri Hijau, Medan.

Juru Bicara Presidium Aliansi Masyarakat Sumatera Utara (AMAU), Johan Merdeka sangat menyayangkan razia yang dilakukan oleh Sat Narkoba Polrestabes Medan beberapa waktu tak menghasilkan apapun.

Padahal, menurutnya pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Medan ini, razia yang dilakukan harusnya menghasilkan output yang maksimal. Sebab, razia tersebut tetap menggunakan dana operasional dari anggaran negara, yang notabenenya adalah uang rakyat.

BACA JUGA :  Dinilai Langgar UU, Ketum FKMPP Desak Kejati Papua Barat Tindak Tegas PT GAG

“Jadi, sekecil apapun razia, harus ada analisanya, dan tentu harus dievaluas,” ungkapnya, Minggu (29/9/2025)

Johan juga tak menampik kalau pemilik Capital Building yang berinisial A merupakan sosok berpengaruh di Sumatera Utara, sehingga sangat mungkin razia yang dilakukan telah bocor.

“Sehingga razia yang dilakukan sudah terlebih dahulu bocor dan masuk angin. Apalagi razia tidak dilakukan saat weekend (malam Sabtu atau malam Minggu),” pungkasnya, sembari menyebutkan dugaan praktik transaksi jual beli narkoba di Capital Building yang ia dengar di salah satu akun media sosial.

Terpisah, manajeman Capital Building yang coba dikonfirmasi awak media, hingga saat ini belum memberi tanggapan.

BACA JUGA :  Soal Tudingan Ijazah Palsu, Jokowi Akan Tempuh Langkah Hukum

Sebelumnya, Tim Gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Sat Samapta dan Dokes Polrestabes Medan merazia Tempat Hiburan Malam (THM) Capital Building Jl. Putri Hijau Medan, Jumat (26/9).

Meski sudah melakukan tes urine terhadap 33 pengunjung dan waiters namun hasil seluruhnya negatif.

“Razia dilakukan untuk menjawab sejumlah laporan dari masyarakat yang disampaikan di akun media sosial (medsos) Satres Narkoba Polrestabes Medan. Serta pemberitaan di sejumlah media online,” kata Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Thommy Aruan SH SIK MH, Jumat (26/9) petang.

Tim gabungan juga memeriksa seluruh lantai Capital Building, termasuk area KTV hingga Hall. Setidaknya 33 orang dites urinenya, dan seluruhnya dinyatakan negatif sebagai pengguna narkoba.

BACA JUGA :  Perkara Suap Gratifikasi Penanganan Perkara Ronald Tannur, Kejagung Tahan Hakim Tinggi Sumsel

“Ada 33 orang yang dites urine untuk memastikan apakah terdapat indikasi penyalahgunaan narkoba. Hasilnya tidak ditemukan yang positif narkoba berdasarkan hasil tes urine,” ungkapnya.

Kasatres Narkoba melanjutkan, razia yang dilakukan juga untuk menjawab tudingan adanya tebang pilih dalam operasirazia THM yang gencar dilakukan. Dia menegaskan jika razia THM akan dilakukan di seluruh THM yang ada tanpa tebang pilih.

“Kami memastikan tidak ada tebang pilih dalam raziaTHM. Satu persatu akan kami razia untuk memastikan THM bebas dari praktek penyalahgunaan narkoba,” pungkas Kasat Res Narkoba.(bj)