Hukum

Jaksa Agung dan Pramono Resmikan Gedung Baru Kejari Jakarta Utara, Dibangun dari Hibah DKI Rp100 Miliar

JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung baru Kejaksaan Negeri Jakarta Utara di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/6/2026).

Gedung baru tersebut dibangun menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp100 miliar. Jaksa Agung mengapresiasi dukungan tersebut dan menegaskan hibah tidak akan memengaruhi independensi kejaksaan dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

“Bagi kami, ada hibah atau tidak hibah, penegakan hukum tetap harus berjalan,” ujar Burhanuddin.

Ia meminta jajaran Kejari Jakarta Utara menjadikan gedung baru sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Jangan nanti gedungnya bagus, tapi kinerjanya malah memble. Saya mengharapkan ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” katanya.

Kajati DKI Jakarta Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya menjelaskan, pembangunan gedung baru dilakukan karena kantor lama yang telah digunakan lebih dari 50 tahun sudah tidak lagi memadai.

Gedung lama seluas 2.570 meter persegi mengalami berbagai keterbatasan, mulai dari kekurangan ruang kerja hingga masalah kondisi bangunan seperti keretakan, plafon lapuk, dan instalasi listrik terbuka.

Pembangunan gedung baru mendapat hibah Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp100 miliar melalui APBD 2025, serta tambahan anggaran Rp57 miliar dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk penataan kawasan dan interior.

Pembangunan dimulai setelah penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada 5 Juni 2025 dan kontrak konstruksi pada 15 Agustus 2025. Proyek yang ditargetkan selesai September 2026 itu berhasil rampung lebih cepat dalam waktu tujuh bulan 15 hari.

Gedung baru Kejari Jakarta Utara memiliki lima lantai dengan luas bangunan 8.907 meter persegi. Fasilitas yang tersedia antara lain layanan drive thru tilang, poliklinik, aula, ruang musik dan podcast, ruang gym, ruang bermain anak, perpustakaan umum, ruang laktasi, musala, kafetaria, hingga toilet ramah difabel. (bc/isl)