Jaksa ‘Koboy’ Diduga Todongkan Senpi ke Security di Medan, FPAN Seret ke Kejatisu!

Hukum41 Dilihat

MEDAN – Dugaan aksi arogan yang menyeret nama aparat penegak hukum kembali mencuat di Kota Medan. Seorang oknum jaksa dituding melakukan pengancaman dengan senjata api terhadap petugas keamanan di kawasan pergudangan Ware House Amplas.

Kasus ini resmi dilaporkan oleh Ketua Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN) Sumatera Utara, Reza Nasution, ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Rabu (25/3/2026). Laporan tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah pengaduan masyarakat yang diterimanya melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA :  Polrestabes Medan Berhasil Ringkus Pencuri Modus Ganjal Kartu Mesin ATM

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden dugaan penodongan senjata api itu terjadi pada 15 Maret 2026. Seorang petugas security disebut menjadi korban intimidasi oleh oknum jaksa yang diduga membawa dan mempertontonkan senjata api di lokasi kejadian.

Reza menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius, baik secara etik maupun hukum pidana. Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut mencoreng marwah institusi penegak hukum.

BACA JUGA :  PD-14 Tabagsel Minta Kejari Paluta Tindak Lanjut Dugaan Korupsi Libatkan Eks Bupati Andar dan PJ Bupati

“Kami mendesak Kejatisu, Jamwas, hingga Kejagung untuk segera turun tangan dan menindak tegas oknum jaksa tersebut,” tegasnya.

Tak hanya itu, FPAN juga meminta agar dilakukan penelusuran menyeluruh terkait kepemilikan senjata api yang digunakan. Pasalnya, penggunaan senjata oleh aparat harus melalui prosedur ketat dan tidak boleh disalahgunakan, apalagi untuk mengintimidasi masyarakat.

Dampak dari kejadian ini disebut cukup serius. Petugas keamanan yang diduga menjadi korban kini telah berhenti bekerja sejak Senin (23/3/2026), diduga karena trauma dan rasa takut pasca insiden tersebut.

BACA JUGA :  Polsek Medan Area Tangkap Dua Pembobol Spesialis ATM

Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Kasus ini pun memantik perhatian publik dan menambah daftar panjang sorotan terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang oleh aparat. (isl)