DELI SERDANG — Pemuda Sumatera Utara, Juan Kurniawan, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Polres Deli Serdang yang dinilai belum berhasil mengungkap dan menangkap otak pelaku dalam kasus pencurian avtur di jalur pipa kawasan Pantai Labu.
Juan menyoroti bahwa hingga saat ini dua sosok yang diduga sebagai aktor intelektual, berinisial J dan P, belum juga diamankan oleh aparat penegak hukum. Padahal, menurutnya, pengungkapan terhadap aktor utama sangat penting untuk membongkar jaringan secara utuh.
“Kami menilai penanganan kasus ini belum maksimal. Sampai hari ini otak pelaku berinisial J dan P belum tertangkap. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” tegas Juan Kurniawan yang juga Alumni Fakultas Hukum UINSU dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pencurian avtur bukanlah kejahatan sederhana, melainkan dugaan kejahatan terorganisir yang berpotensi melibatkan jaringan lebih luas.
Soroti Vonis yang Dinilai Tidak Setimpal
Selain soal belum tertangkapnya aktor utama, Juan juga menyoroti hukuman terhadap pelaku yang sudah diproses hukum. Juan menilai sanksi yang dijatuhkan terkesan ringan dan tidak mencerminkan besarnya kerugian negara.
“Kami melihat hukuman yang dijatuhkan terkesan tidak setimpal dengan undang-undang yang berlaku maupun dengan potensi kerugian negara. Ini bisa menimbulkan efek jera yang lemah,” ujarnya.
Menurut Juan, pencurian avtur menyangkut objek vital nasional serta keselamatan penerbangan, sehingga penegakan hukum seharusnya dilakukan secara tegas dan memberikan efek deterrent yang kuat.
Desak Pengusutan Tuntas dan Transparan
Oleh karena itu, pihaknya mendesak Polres Deli Serdang bersama aparat terkait untuk segera menangkap otak pelaku berinisial J dan P. Selain itu, mengembangkan perkara hingga ke jaringan yang lebih luas. Poin berikutnya, membuka secara transparan nilai kerugian negara. Selain itu, mendorong penegakan hukum yang memberikan efek jera maksimal.
Juan menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi ke Polda Sumut apabila penanganan dinilai stagnan.
“Kami akan terus mengawasi. Jangan sampai publik melihat ada dugaan pembiaran atau perlindungan terhadap aktor utama. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari Polres Deli Serdang terkait perkembangan penangkapan terhadap pihak yang diduga sebagai otak pelaku. (r/isl)