"Mega prison berkapasitas 20.000 orang dibangun sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap kekerasan geng dan upaya untuk merombak sistem penjara yang telah lama bermasalah," ujarnya dalam pidato, Minggu (16/6/2024).
TEGUCIGALPA – Sebagai bukti dalam menindak para pelaku kekerasan geng di Honduras, pemerintah Honduras mengumumkan akan membangun mega prison atau penjara raksasa berkapasitas 20.000 orang.
Tak hanya sebagai tindakan darurat untuk mengentaskan geng narkoba, Presiden Honduras Xiomara Castro menyebut pembangunan mega prison ini juga dalam rangka memperbarui sistem penjara yang bermasalah.
“Mega prison berkapasitas 20.000 orang dibangun sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap kekerasan geng dan upaya untuk merombak sistem penjara yang telah lama bermasalah,” ujarnya dalam pidato, Minggu (16/6/2024).
Disebutkan juga pembangunan megaprison ini terinspirasi dari keberhasilan Presiden El Salvador Nayib Bukele yang telah membangun penjara raksasa berkapasitas 40.000 orang.
Kepala Staf Militer Honduras Mayor Jenderal Roosevelt Hernández mengatakan pihaknya berkomitmen untuk segera membangun dan mengirim gangster berbahaya ke penjara berkapasitas 20.000 orang di dekat provinsi pedesaan Olancho, di timur negara itu.
Sebelumnya, penjara Honduras saat ini hanya dapat menampung sekitar 13.000 narapidana saja. Sedangkan, berdasarkan laporan Komite Nasional Menentang Penyiksaan Honduras (CONAPREV), jumlah narapidana yang mendekam di penjara, khususnya narapidana gangster, terus meningkat hingga 19.500 narapidana. (voa/klt)