Tokoh Sumut Nezar Djoeli Desak Polda Usut Aliran Dana dan Peran ARS di Kasus Percaloan Pegawai Tirtanadi

Hukum75 Dilihat

MEDAN – Tokoh masyarakat Sumatera Utara, HM Nezar Djoeli meminta aparat penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan mengusut tuntas semua aktor yang diduga terlibat menerima aliran uang dalam kasus dugaan praktik percaloan di Perumda PDAM Tirtanadi Sumut pada tahun 2022 dengan tersangka mantan pegawai yang saat ini sedang menjalankan masa hukumannya.

Menurut Nezar Djoeli, apa yang disampaikan tersangka Rizka Daulay kepada media, ia mengakui perbuatannya dalam kasus penipuan tersebut. Namun dibalik itu ia mengungkapkan tidak sendirian karena selama beraksi ia mengaku uang tersebut ia transfer ke rekening seorang pegawai PDAM Tirtanadi berinisial ARS yang juga mantan suaminya, dengan total mencapai Rp1,7 miliar. Dana tersebut diduga berkaitan dengan praktik percaloan penerimaan pegawai.

BACA JUGA :  Sidang Korupsi Smartboard Disdik Langkat, Tiga Terdakwa Didakwa Rugikan Negara Rp29,5 Miliar

“Bahkan, fakta saat dalam persidangan (31/10/2022) lalu Diakuinya setelah menerima uang dari korban untuk masuk pegawai dan honorer, ia menyerahkan uang tersebut kepada “ARS” yang masih berstatus suaminya,” kata Nezar, Rabu (18/3/2026).

Apalagi, menurut Nezar bahwaRizka telah melaporkan ARS kepolda Sumatra Utara bersamaan dengan semua bukti bukti Transfer, namun sampai saat ini perkembangan kasus itu hanya jalan di tempat.

BACA JUGA :  Dibuka Jaksa Agung, Munas PERSAJA 2026 Bahas Transformasi Penegakan Hukum di Era Digital

“Sangat kita sayangkan , memang kasus ini terjadi pada tahun 2022 lalu dan sudah ada tersangkanya. Tetapi kepolisan juga harus menelusuri keterlibatan lainnya seperti yang disampaikan Rizka di media bahwa dana itu juga mengalir selain ke ARS juga ke sejumlah pejabat lainnya dan ada juga mantan direktur PDAM Tirtanadi, ” ujarnya.

BACA JUGA :  Penuntut Umum Limpahkan Berkas Perkara Pidana Korupsi dan TPPU PT Duta Palma Group ke PN Tipikor Jakarta Pusat

Sekali lagi dengan tegas Nezar meminta Polda Sumut segera memanggil dan memeriksa orang yang dimaksud oleh Rizka Daulay . Jangan ada tebang pilih dan kepolisian diyakini bekerja secara professional dan terbuka dalam mengungkap kasus yang menyebabkan citra buruk di Perumda Tirtanadi. (gbsz/isl)