MEDAN – Politisi Muslim untuk Semua (PMuS) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Bapak Paling Jujur di CGV Focal Point, Jalan Ring Road, Medan, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 130 penonton dari berbagai latar belakang dan berlangsung meriah, diwarnai gelak tawa serta pesan moral yang mengajak masyarakat merefleksikan pentingnya kejujuran dalam kehidupan, termasuk dalam dunia politik.
Film tersebut dinilai bukan sekadar tontonan komedi, melainkan juga menyampaikan kritik sosial dan politik melalui humor yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Sejumlah tokoh yang hadir turut menyampaikan pandangan dan pesan moral setelah menyaksikan film tersebut. Mereka menyoroti pentingnya menjaga integritas, berkata jujur, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalankan amanah.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Bidang Seni dan Budaya, Ustazah Dra. Hj. Nani Ayum Panggabean, menilai cerita dalam film itu menggambarkan ironi sebuah sistem yang terbiasa dengan kebohongan, sehingga kejujuran justru dianggap sebagai ancaman.
“Cerita film ini merupakan sindiran bahwa di dalam sebuah sistem yang sudah terbiasa dengan kebohongan, ketika seseorang berkata jujur, justru hal itu bisa menjadi bumerang yang menakutkan dan menghancurkan kariernya,” ujarnya.
Menurutnya, pesan penting yang dapat dipetik dari film tersebut adalah menjadikan niat karena Allah SWT sebagai landasan dalam setiap pekerjaan.
“Etos kita dengan niat lillāh merupakan kompas dalam setiap pekerjaan. Seiring dengan itu, Allah SWT akan senantiasa mendampingi kita dengan inayah dan hidayah-Nya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Masyumi Sumatera Utara yang juga Sekretaris MUI Sumut Bidang Ukhuwah, Dr. H. Arfan Daulay, M.Ag., menilai film Bapak Paling Jujur menyampaikan kritik politik yang tajam melalui komedi yang menghibur sekaligus mengandung makna mendalam.
“Film ini sangat positif. Sejatinya, ini merupakan sindiran politik yang tajam, dibungkus dengan humor yang menggelitik, tetapi penuh makna. Jujur itu gampang, tetapi anehnya, sedikit orang yang benar-benar mampu berbuat jujur. Karena itu, penting untuk berkata jujur, meskipun pahit dan sulit diterima,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kejujuran harus menjadi komitmen, terutama bagi seseorang yang memegang amanah kepemimpinan.
“Jujur itu bukan sekadar pilihan, melainkan komitmen, apalagi bagi seorang pemimpin,” tegasnya.
Pandangan senada disampaikan Yulianda Riza, yang akrab disapa Geloraman, dari jajaran pengurus DPD Partai Gelora Kota Medan. Ia menilai film tersebut relevan bagi para politisi yang sedang menjalankan tugas pemerintahan maupun mereka yang kelak akan menduduki jabatan publik.
“Film Bapak Paling Jujur ini sangat bagus, khususnya bagi politisi yang sedang duduk atau akan duduk di pemerintahan. Isi ceritanya menyindir kebobrokan perilaku politisi, tetapi dibalut dengan komedi kekinian,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyampaikan kebenaran meskipun tidak selalu menyenangkan bagi pihak yang mendengarnya.
“Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, Qulil haqqa walau kāna murran, katakanlah kebenaran walaupun pahit,” ujarnya.
Ketua Politisi Muslim untuk Semua, Nanda Hafiz Pratama Lubis, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kejujuran merupakan fondasi penting untuk membangun ketenangan batin dan integritas pribadi.
“Menjalani hidup dengan jujur kepada diri sendiri dan orang lain adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan ketenangan batin yang sejati,” ungkap Nanda.
Menurutnya, film tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan juga menjadi pengingat mengenai realitas politik dan pentingnya integritas setiap individu.
“Film ini bukan sekadar komedi biasa, melainkan sebuah sentilan keras terhadap realitas politik dan pentingnya integritas individu,” tambahnya.
Sementara itu, Founder Politisi Muslim untuk Semua, Islahuddin Panggabean, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan nobar tersebut.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjunjung tinggi kejujuran dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun politik.
“Film ini setidaknya dapat menghibur kita sebagai penonton. Selain itu, film ini juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk menjadi orang yang jujur,” ujar Islahuddin.
Melalui kegiatan tersebut, Politisi Muslim untuk Semua berharap pesan moral yang disampaikan film Bapak Paling Jujur dapat menjadi pengingat bahwa kejujuran dan integritas merupakan nilai penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat serta menjalankan amanah kepemimpinan.
Kejujuran bukan hanya tentang keberanian mengungkapkan kebenaran, tetapi juga tentang konsistensi memegang prinsip, sekalipun menghadapi tantangan dan konsekuensi yang tidak mudah. (r/isl)
