JAKARTA — Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Muhammad Anis Matta menggagas dibuatnya kawasan Palestina di Indonesia lengkap dengan museum tentang Palestina. Museum tersebut akan mengabadikan sejarah genosida oleh Israel di Palestina.
Anis Matta mengatakan, perang yang sudah berlangsung 15-16 bulan terakhir ini, terutama dengan adanya genosida merupakan peristiwa yang luar biasa mengerikan dan disaksikan di depan mata dunia. Dunia internasional termasuk Indonesia menyaksikan genosida yang dilakukan Israel setiap hari.
“Maka ini harus bisa kita abadikan sebagai bagian dari peristiwa sejarah terpenting kita di abad ini, karena itu ada ide yang sedang kita kembangkan untuk membangun semacam kawasan Palestina di Indonesia,” kata Anis Matta kepada Republika di Gedung Konstitusi Kemenlu RI, Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Anis Matta mengatakan, kawasan Palestina di Indonesia harus mengabadikan peristiwa genosida yang dilakukan Israel di Gaza. Dia menjelaskan, kawasan Palestina juga akan memuat semacam replika dari Masjid Al Aqsa. Ke depan, kawasan ini juga dapat menjadi destinasi wisata bagi anak sekolah dan masyarakat umum sehingga bisa juga dibuat pasar.
“(Dibangunnya kawasan Palestina) Insya Allah ini akan mengabadikan keterlibatan Indonesia juga dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ujar Anis Matta.
Wamenlu menegaskan, perjuangan kemerdekaan Palestina adalah amanat Konstitusi RI sekaligus kewajiban agama, dan kondisi darurat kemanusiaan.
Ia mengatakan, Kemenlu akan melibatkan semua NGO atau organisasi nirlaba untuk terlibat berpartisipasi dalam pembangunan kawasan Palestina.
“Tapi sementara ini prioritas kita adalah mengirim bantuan dulu untuk Gaza dan Palestina secara umum terutama di masa gencatan senjata ini, dan mudah-mudahan Insya Allah kita berharap gencatan senjata ini akan berlangsung sehingga rekonstruksi Gaza bisa kita mulai,” ujarnya.
Wamenlu mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan semua lembaga kemanusiaan yang selama ini sudah bekerja untuk Palestina. Mereka dinilai bisa membuat program bersama atas nama masyarakat Indonesia di Gaza.
“Program ini Insya Allah bersifat strategis, manfaatnya besar bagi masyarakat Gaza, dan punya nilai simbolik mewakili masyarakat Indonesia secara keseluruhan,”ujar dia. (isl)