AS Pasang “Harga” Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Iran dan Elite IRGC

Internasional35 Dilihat

WASHINGTON – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui program Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169 miliar bagi siapa saja yang memiliki informasi mengenai keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serta sejumlah petinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Informasi tersebut diumumkan melalui pamflet dua bahasa, Inggris dan Arab, yang disebarkan di platform X oleh akun resmi program tersebut, @RFJ_USA.

Dalam pamflet itu, pemerintah AS mencantumkan 10 tokoh penting yang masuk daftar target informasi, yaitu:

  1. Mojtaba Khamenei – Pemimpin Tertinggi Iran
  2. Ali Asghar Hejazi – Wakil Kepala Staf Kantor Pemimpin Tertinggi
  3. Sekretaris Dewan Pertahanan Iran
  4. Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran
  5. Yahya Rahim Safavi – Penasihat Militer Kantor Pemimpin Tertinggi
  6. Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi
  7. Ali Larijani – Penasihat Pemimpin Tertinggi / Sekretaris Dewan Keamanan Nasional
  8. Eskandar Momeni – Menteri Dalam Negeri Iran
  9. Esmail Khatib – Menteri Intelijen dan Keamanan Iran
  10. Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC)
BACA JUGA :  Daftar Negara-Negara yang Siap Tangkap Netanyahu

Dalam unggahan tersebut, pemerintah AS menuduh tokoh-tokoh tersebut memiliki peran penting dalam berbagai operasi yang berkaitan dengan aktivitas terorisme internasional.

“Orang-orang ini memerintahkan dan mengarahkan berbagai elemen IRGC Iran yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia,” tulis akun @RFJ_USA.

AS juga mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk mengirimkannya melalui  tipline berbasis Tor atau aplikasi Signal  yang disediakan oleh program tersebut. Pemberi informasi berpotensi memperoleh  hadiah uang serta opsi relokasi keamanan .

BACA JUGA :  Ukraina Kirim Ribuan Tentara ke Rusia

Program  Rewards for Justice Program  sendiri merupakan inisiatif resmi milik Departemen Luar Negeri AS yang dikelola oleh  Diplomatic Security Service . Program ini telah lama digunakan untuk memberikan imbalan kepada pihak yang memberikan informasi penting terkait  terorisme internasional, pelaku kejahatan serius, atau ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat. (r/isl)