ISTANBUL – Konferensi Rakyat Palestina untuk Luar Negeri (HCPE) mengeluarkan peringatan keras terkait penutupan kompleks Masjid Al-Aqsha oleh otoritas Israel yang berlangsung lebih dari satu bulan, dan disebut sebagai yang terlama sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.
Dalam pernyataan bertajuk “Seruan Al-Aqsha” yang dirilis Kamis (2/4/2026), Ketua Komite Yerusalem HCPE, Helmy Al-Balbisi, menilai kebijakan tersebut bukan sekadar alasan keamanan, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk mengubah status quo di kawasan suci tersebut.
Menurut Al-Balbisi, dalih keadaan darurat akibat konflik Amerika Serikat–Israel melawan Iran tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan bahwa langkah itu justru mengarah pada pengambilalihan penuh Masjid Al-Aqsha serta pembatasan kehadiran umat Islam di kawasan tersebut.
“Ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kebebasan beribadah serta intervensi langsung terhadap peran historis Wakaf Islam dalam pengelolaan Masjid Al-Aqsha,” tegasnya.
Penutupan yang dimulai sejak akhir Februari telah berdampak besar bagi umat Muslim. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, ibadah shalat Tarawih selama Ramadan hingga salat Idul Fitri tidak dapat dilaksanakan di dalam kompleks masjid.
Informasi dari pihak Wakaf Islam menyebutkan bahwa penutupan akan diperpanjang hingga setidaknya 15 April mendatang.
Selama periode tersebut, warga Palestina terpaksa menunaikan ibadah di jalan-jalan sekitar gerbang Kota Tua Yerusalem di bawah penjagaan ketat aparat keamanan.
Melalui “Seruan Al-Aqsha”, HCPE mengajak masyarakat Palestina, dunia Arab, umat Islam, serta komunitas internasional untuk bersatu menolak kebijakan tersebut. Mereka juga menyerukan aksi-aksi solidaritas guna meningkatkan tekanan global terhadap pemerintah Israel agar segera membuka kembali akses ke Masjid Al-Aqsha dan menghentikan kebijakan yang dinilai sebagai upaya “judaisasi”.
Meski kecaman terus berdatangan dari berbagai negara, hingga saat ini otoritas Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan mencabut kebijakan penutupan tersebut. (arh/isl)