JAKARTA — Panglima TNI Agus Subiyanto memberikan arahan langsung kepada Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, Raja Gunung Nasution, melalui panggilan video menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam serangan militer Israel di Lebanon.
Dalam arahannya, Agus menekankan pentingnya menjaga moril prajurit serta memperketat keamanan di area penugasan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
“Jaga moril prajurit. Tingkatkan pengamanan internal, masuk ke bunker, dan hentikan sementara aktivitas di luar,” tegas Agus, Sabtu (4/4/2026).
Kolonel Raja merespons dengan menyatakan siap melaksanakan instruksi dan akan menyampaikan pesan Panglima kepada seluruh pasukan di Lebanon.
Tiga jenazah prajurit TNI dijadwalkan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu sore (4/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB menggunakan pesawat Turkish Airlines nomor TK56.
Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir langsung menyambut kedatangan jenazah. Namun, sikap Prabowo sebelumnya menuai kritik publik karena dinilai minim pernyataan resmi dan hanya menyampaikan duka melalui media sosial.
Sebelumnya, upacara penghormatan dan pelepasan telah digelar di Bandara Internasional Rafic Hariri, Lebanon, dipimpin Komandan UNIFIL, Diodato Abagnara.
Abagnara menyampaikan penghormatan atas dedikasi para prajurit Indonesia.
“Mereka datang jauh dari rumah untuk menjaga perdamaian, dan menjalankan tugasnya dengan penuh keberanian hingga akhir,” ujarnya.
Di tengah desakan penarikan pasukan, pemerintah melalui Komandan PMPP TNI, Mayjen Iwan Bambang Setiawan memastikan rotasi pasukan tetap berjalan.
Sebanyak 756 prajurit TNI dijadwalkan berangkat ke Lebanon pada 22 Mei 2026, menggantikan pasukan yang telah bertugas lebih dari satu tahun.
Keputusan ini menuai tanda tanya publik, mengingat insiden yang menewaskan tiga prajurit serta melukai sejumlah lainnya dalam waktu berdekatan.
Belum reda duka, insiden ledakan kembali terjadi pada Jumat (3/4/2026) di dekat El Adeisse yang melukai tiga prajurit TNI.
Pihak PBB melalui perwakilannya di Indonesia, Siswa Widyawati, mengonfirmasi korban merupakan bagian dari kontingen Indonesia.
Dengan insiden terbaru ini, total delapan prajurit TNI mengalami luka dalam tiga kejadian berbeda dalam sepekan terakhir.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. (id/isl)