Indonesia Jadi Aktor Kunci dalam Rencana Perdamaian Gaza yang Digagas Board of Peace

Internasional91 Dilihat

WASHINGTON — Indonesia mendapat peran penting dalam rencana perdamaian di Gaza yang disusun Board of Peace. Dalam program tersebut, Indonesia akan terlibat langsung pada tahap stabilisasi keamanan hingga rekonstruksi wilayah yang terdampak konflik.

Keterlibatan Indonesia mencakup berbagai bidang, mulai dari pengamanan, pelatihan aparat sipil, hingga membantu pemulihan infrastruktur utama di Gaza.

Sebagai bagian dari implementasi rencana, Board of Peace membentuk International Stabilization Force (ISF) yang bertugas menjaga stabilitas dan memastikan perdamaian jangka panjang. Dalam struktur tersebut, Indonesia dipercaya menempati posisi Wakil Komandan ISF, sebuah jabatan strategis yang menempatkan personel Indonesia di posisi penting dalam misi tersebut.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung misi itu, termasuk kesiapan mengirimkan pasukan dalam jumlah besar.

BACA JUGA :  Rencana Pengiriman Pasukan ke Palestina, Menlu Retno: Tunggu Restu PBB

Ia menyampaikan bahwa Indonesia siap mengerahkan hingga 8.000 personel, bahkan lebih apabila diperlukan, sebagai bagian dari kontribusi menjaga keberlangsungan gencatan senjata dan stabilitas kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan di Washington DC, Kamis (19/2/2026).

“Pencapaian gencatan senjata ini nyata, kami mengapresiasinya, dan karena itu kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mengirimkan sejumlah pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan,” tegas Presiden Prabowo di Washington DC, Kamis (19/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Indonesia juga akan memimpin penempatan awal di sejumlah wilayah prioritas, termasuk Rafah. Selain itu, Indonesia berperan dalam meningkatkan kapasitas kepolisian sipil serta memperkuat koordinasi keamanan dengan berbagai negara mitra.

BACA JUGA :  RI Kutuk Serangan di Lebanon, TNI Gugur dan Desak Investigasi Transparan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam upaya tersebut. Ia menilai dukungan Indonesia tidak hanya dalam bentuk komitmen, tetapi juga kesiapan nyata mengirimkan personel untuk menjaga perdamaian yang berkelanjutan.

“Negara-negara yang hadir di sini hari ini, tidak hanya menyumbangkan dana, beberapa juga berjanji mengirimkan personel untuk membantu menjaga gencatan senjata dan mengamankan perdamaian yang benar-benar berkelanjutan. Kita harus memiliki perdamaian yang berkelanjutan. Secara khusus, Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia,” tambah Trump.

Fokus Rekonstruksi dan Pemulihan Gaza

Selain pengamanan, rencana tersebut juga memuat agenda rekonstruksi besar-besaran. Pada tahap awal, lebih dari 100.000 unit rumah akan dibangun kembali di Rafah. Program ini juga mencakup pemulihan layanan dasar serta pembersihan jutaan ton puing dan jaringan terowongan bawah tanah.

BACA JUGA :  Darurat Mpox, Inggris Borong 150.000 Vaksin

Dalam jangka panjang, pembangunan akan diperluas dengan target lebih dari 400.000 rumah baru, serta pembangunan infrastruktur penting seperti energi, air bersih, sanitasi, jalan, pelabuhan, dan bandara. Kawasan pesisir juga akan dikembangkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Program tersebut bertujuan membentuk pemerintahan sipil yang mandiri dan profesional, didukung institusi yang kuat serta kondisi ekonomi yang stabil.

Dengan keterlibatan ini, Indonesia tidak hanya menyampaikan dukungan secara diplomatik, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menjaga perdamaian dan membantu proses pemulihan Gaza menuju stabilitas jangka panjang. (rm/isl)