Joe Biden Mundur dari Pilpres AS Pasca Penembakan Donald Trump 

Internasional42 Dilihat

AS – Joe Biden mengumumkan pengunduran diri dari pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat 2024 dan mendukung wakilnya, Kamala Harris, maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.

Dalam pernyataan pengunduran dirinya pada Minggu (21/7) lewat sosial media, Biden mengatakan keputusan ini dilakukan demi kepentingan terbaik partainya (Demokrat) dan bagi negara.

“Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjabat sebagai presiden Anda,” kata Biden dalam surat pengunduran dirinya.

“Dan meskipun saya berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin bahwa demi kepentingan terbaik partai saya dan negara, saya harus mengundurkan diri dan hanya berfokus pada pemenuhan tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Netanyahu Akui Israel Dalang Serangan Pager di Lebanon

Langkah tersebut membuat Demokrat kembali dilanda “kekacauan” menjelang pilpres AS, yang akan digelar pada 5 November. Namun penunjukan Biden ke Harris sebagai penggantinya juga membawa angin segar bagi Demokrat.

Harris telah menyatakan komitmennya sebagai pengganti Biden, dan menegaskan akan berjuang untuk meraih dukungan resmi menjelang konvensi partai yang akan digelar Agustus nanti.

“Saya merasa terhormat mendapat dukungan dari Presiden dan niat saya adalah untuk mendapatkan dan memenangkan nominasi ini,” demikian pernyataan Kamala Harris pada Minggu (21/7) waktu setempat.

BACA JUGA :  Prabowo Sambut Erdogan

Dilansir AFP, pengunduran diri Biden dari Pilpres AS telah lama diperkirakan sebelumnya. Kabar resmi ini akhirnya datang secara mendadak, beberapa hari usai Biden dinyatakan terjangkit Covid-19 dan tengah beristirahat di Delaware.

Biden mundur juga terjadi lebih dari sepekan usai Donald Trump menjadi sasaran penembakan saat kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7) lalu. Trump telah resmi diusung oleh Partai Republik untuk maju di Pilpres AS.

Dalam beberapa minggu terakhir, desakan Biden mundur juga kian keras setelah ia disebut kalah dalam debat pertama melawan Trump. Elektabilitasnya berada di angka 43 persen, dibandingkan Trump yang sejauh ini meraup 46 persen dukungan dalam jajak pendapat.

BACA JUGA :  Pejabat Senior KPK Korsel yang Menyelidiki Kasus Tas Mewah Ibu Negara Ditemukan Tewas

Usai pengumuman ini, Biden mengatakan akan menyampaikan sikap resminya secara terperinci di depan publik akhir pekan ini.

“Saya akan berbicara di depan publik akhir minggu ini secara rinci tentang keputusan saya,” kata Biden.

Untuk saat ini, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk melihat saya terpilih kembali,” imbuhnya.(cnni/bj)