Kapal Induk Terbesar AS Mundur dari Timur Tengah Usai Kebakaran

Internasional33 Dilihat

Washington DC – Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dilaporkan meninggalkan kawasan Timur Tengah setelah mengalami insiden kebakaran di dalam kapal pada awal Maret 2026.

Menurut laporan media internasional, kapal induk bertenaga nuklir tersebut kini telah tiba di pangkalan Angkatan Laut AS di Souda Bay, Pulau Kreta, Yunani, untuk menjalani perbaikan dan pemeliharaan.

BACA JUGA :  Anis Matta Paparkan Korelasi Indonesia dan Geopolitik di MUI

Kebakaran terjadi di area laundry kapal saat USS Gerald R. Ford tengah menjalankan operasi militer di Laut Merah. Pihak militer AS menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terkait dengan pertempuran melawan Iran dan berhasil dikendalikan dengan cepat. Namun, kebakaran itu menyebabkan gangguan serius pada fasilitas awak kapal.

Laporan menyebut ratusan personel terdampak, bahkan lebih dari 600 awak harus meninggalkan tempat tidur mereka akibat kerusakan area tempat tinggal.

BACA JUGA :  Prabowo di Forum Board of Peace: RI Siap Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

Selain insiden kebakaran, kapal induk ini juga dilaporkan menghadapi berbagai masalah teknis, mulai dari sistem peluncuran dan pendaratan pesawat, radar, hingga lift amunisi yang masih terus dalam evaluasi. Kekurangan data pengujian terbaru juga menimbulkan keraguan terhadap kesiapan tempur kapal dalam kondisi perang nyata.

USS Gerald R. Ford sebelumnya telah menjalani pengerahan panjang selama sekitar sembilan bulan sejak Juni 2025—lebih lama dari durasi normal—dengan wilayah operasi mencakup Karibia hingga Timur Tengah.

BACA JUGA :  Masih Ogah Gencatan Senjata? Uni Eropa Siapkan Sanksi untuk Israel

Penarikan kapal ini dari kawasan konflik otomatis mengurangi kekuatan militer laut AS di Timur Tengah, yang kini hanya mengandalkan kapal induk USS Abraham Lincoln di wilayah tersebut. (isl)