Gaza – Khalil al-Hayya, salah satu tokoh senior Hamas yang telah berulang kali selamat dari serangan Israel, resmi terpilih sebagai kepala biro politik Hamas. Pengumuman itu disampaikan kelompok tersebut pada Senin (20/7/2026), menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam pertempuran dengan pasukan Israel di Rafah pada Oktober 2024.
Penunjukan ini menempatkan Hayya di posisi politik tertinggi Hamas, setelah bertahun-tahun menjadi salah satu figur paling berpengaruh di organisasi tersebut. Di balik karier politiknya, Hayya juga dikenal sebagai sosok yang mengalami kehilangan besar akibat konflik berkepanjangan di Gaza.
Pada 7 Mei 2026, putranya, Azzam, meninggal dunia setelah mengalami luka akibat serangan udara Israel di kawasan Daraj, Kota Gaza. Sebelumnya, pada September 2025, Hayya menjadi target dugaan upaya pembunuhan saat menghadiri pertemuan para pemimpin Hamas di Doha, Qatar, untuk membahas usulan gencatan senjata. Dalam serangan tersebut, Hayya selamat, namun putranya Humam dan kepala kantornya, Jihad Labad, dilaporkan tewas.
Tragedi serupa juga terjadi pada perang Gaza 2014 ketika rumah putra sulungnya, Osama, di kawasan Shujaiya dihantam serangan Israel. Osama, istrinya, dan tiga anak mereka meninggal dunia. Sementara itu, pada Februari 2008, putranya yang lain, Hamza, tewas akibat serangan rudal dari pesawat nirawak Israel. Hamza diketahui merupakan anggota Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas.
Setahun sebelumnya, serangan udara Israel terhadap kompleks keluarga Hayya di Gaza juga menewaskan tujuh anggota keluarganya. Hayya tidak berada di lokasi saat serangan berlangsung sehingga berhasil selamat.
Di tengah berbagai kehilangan tersebut, pengaruh Hayya di Hamas terus meningkat. Namanya semakin menonjol setelah tewasnya Ismail Haniyeh pada Juli 2024 dan Yahya Sinwar pada Oktober 2024. Seusai kematian Sinwar, Hayya memimpin Hamas di Gaza sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan kepala biro politik.
Selama perang Gaza yang dimulai pada Oktober 2023, Hayya juga menjadi pemimpin delegasi Hamas dalam perundingan tidak langsung mengenai gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Israel. Dalam proses negosiasi tersebut, ia bekerja bersama sejumlah pejabat senior Hamas, termasuk Ghazi Hamad, Zaher Jabarin, dan Mohammed Nasr.
Setelah Sinwar meninggal dunia, Hamas membentuk kepemimpinan kolektif sementara yang terdiri atas Mohammed Darwish, Zaher Jabarin, Khaled Meshaal, Nizar Awadallah, serta Khalil al-Hayya. Sebagai kepala biro politik yang baru, Hayya akan menjalankan sisa masa jabatan kepemimpinan Hamas hingga 2027 sebelum pemilihan internal berikutnya digelar.
Khalil al-Hayya lahir di Gaza pada 5 November 1960 dan dikenal dengan nama Abu Osama. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Gaza pada 1983, kemudian meraih gelar magister bidang Sunah dan Ilmu Hadis dari Universitas Yordania pada 1986. Pada 1997, ia memperoleh gelar doktor di bidang yang sama dari University of the Holy Quran and Islamic Sciences di Sudan.
Pada 1991, Hayya ditahan Israel selama tiga tahun karena aktivitas politiknya di lingkungan kampus dan keterlibatannya dalam kegiatan organisasi di Gaza. Setelah dibebaskan, ia kembali aktif di Hamas dan menapaki berbagai posisi penting dalam struktur kepemimpinan kelompok tersebut.
Karier politiknya semakin menonjol pada 2006 saat terpilih sebagai anggota Dewan Legislatif Palestina mewakili Gaza melalui daftar Perubahan dan Reformasi yang diusung Hamas. Ia kemudian dipercaya memimpin fraksi Hamas di parlemen Palestina.
Pada 2021, Hayya juga menjadi salah satu tokoh yang mendaftarkan daftar calon legislatif Hamas untuk pemilu Palestina. Namun, pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2021 itu ditunda tanpa batas waktu oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan alasan belum adanya jaminan partisipasi warga Palestina di Yerusalem Timur.
Terpilihnya Khalil al-Hayya sebagai kepala biro politik menunjukkan bahwa tokoh-tokoh Hamas yang berasal dari Gaza masih memiliki pengaruh kuat dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi tersebut di tengah konflik yang terus berlangsung. (r/isl)