Presiden Erdogan: Turkiye Akan Selalu Menjadi Tanah Air Kedua bagi Mahasiswa Internasional

Internasional12 Dilihat

Ankara – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengumumkan sejumlah kebijakan baru yang bertujuan mempermudah kehidupan mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Turkiye. Kebijakan tersebut mencakup penyederhanaan pengurusan izin tinggal, perluasan akses jaminan kesehatan, hingga rencana pelonggaran izin kerja bagi mahasiswa dan lulusan asing.

Menurut Presiden Erdogan, reformasi di sektor pendidikan telah mendorong peningkatan signifikan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Turkiye. Saat ini, lebih dari 300 ribu mahasiswa asing menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di negara tersebut.

Izin Tinggal Diurus Melalui Universitas

Salah satu perubahan penting adalah mekanisme baru pengurusan izin tinggal. Jika sebelumnya mahasiswa harus mengurus perpanjangan izin tinggal di kantor imigrasi yang sering mengalami penumpukan, kini proses tersebut dapat dilakukan langsung melalui universitas masing-masing.

“Lebih dari 300 ribu mahasiswa asing yang berada di negara kita kini dapat memperoleh izin tinggal langsung dari universitas mereka tanpa harus datang ke kantor imigrasi,” ujar Erdogan, dikutip dari Kompas, Jumat (17/7/2026).

BACA JUGA :  Fahri Hamzah Paparkan Program 3 Juta Rumah Pemerintahan Prabowo di Forum IsDB

Selain itu, pemerintah Turkiye juga memasukkan mahasiswa internasional secara otomatis ke dalam program Asuransi Kesehatan Umum, sehingga mereka dapat menikmati layanan kesehatan yang lebih mudah selama menempuh studi.

Izin Kerja Akan Dipermudah

Erdogan juga mengumumkan rencana pemerintah untuk menghapus berbagai hambatan terkait izin kerja bagi mahasiswa dan lulusan internasional.

“Salah satu regulasi penting lainnya adalah soal izin kerja. Dulu mahasiswa internasional tidak diberikan izin kerja. Kami sedang mengkaji persoalan ini dan akan menghapuskan kendala terkait izin kerja bagi mahasiswa maupun lulusan asing, insyaallah,” katanya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa internasional untuk memperoleh pengalaman kerja selama maupun setelah menyelesaikan pendidikan mereka di Turkiye.

BACA JUGA :  Menteri Kabinet Perang Israel Mengundurkan Diri

Mahasiswa Internasional Disebut Wakil Kehormatan

Dalam sambutannya, Presiden Erdogan menekankan pentingnya menjaga identitas budaya dan memperkuat kerja sama antarbangsa melalui pendidikan.

“Kalian sendiri yang harus menentukan masa depan kalian. Jagalah bahasa ibu, budaya, dan sejarah kalian. Sebagaimana kami memikirkan masa depan anak-anak kami, kami juga memikirkan masa depan kalian,” ujarnya.

Erdogan juga menyebut para mahasiswa internasional sebagai wakil kehormatan negara asal mereka sekaligus duta sukarela Turkiye.

“Kami sangat senang karena kalian menganggap Turkiye sebagai tanah air kedua. Setelah kembali ke negara masing-masing, kami akan menganggap kalian sebagai perwakilan kehormatan kami. Bahkan setelah lulus, institusi kami akan terus memberikan dukungan kepada kalian,” kata Erdogan.

BACA JUGA :  Bikin Heboh, Trump Pamer Foto AI Dirinya Sebagai Paus

Lebih dari 100 Ribu Alumni Turkiye Bursları

Presiden Erdogan turut menyoroti keberhasilan program beasiswa Turkiye Bursları yang telah meluluskan lebih dari 100 ribu mahasiswa internasional. Banyak alumninya kini berkarier sebagai politisi, akademisi, pebisnis, hingga birokrat di negara asal mereka.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Yayasan Maarif Turkiye, TİKA, dan Institut Yunus Emre dalam memperkuat kerja sama pendidikan dan kebudayaan dengan berbagai negara.

Menutup pidatonya, Erdogan menyampaikan bahwa dalam 12 tahun terakhir pemerintah berhasil meningkatkan jumlah universitas di Turkiye dari 76 menjadi 209 perguruan tinggi. Dengan kapasitas mahasiswa yang kini telah mencapai lebih dari 8 juta orang, pemerintah juga terus memperluas fasilitas beasiswa serta akomodasi bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional. (kmp/isl)