BAYI-BAYI TAK BERDOSA MENGETUK PINTU KEMANUSIAAN: “Titah Langit Surat Al-Ma’un Di LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan”

Kolom, Sosial155 Dilihat

(Tasyakuran Milad Ke 9 berdirinya LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Medan)

Oleh: Rafdinal, S.Sos. M.AP.

Pernahkah kita membayangkan, di kota metropolitan seperti Medan ini, ada bayi yang dibuang di dalam kardus di depan masjid? Ada bayi yang ditemukan di tempat sampah, di pinggir parit, di teras rumah warga dalam keadaan masih berlumuran darah dan ari-ari?
Itu bukan adegan sinetron. Itu adalah realitas pilu yang selalu terjadi di Kota Medan dan Sumatera Utara.

Lalu di mana kita? Di mana hati kemanusiaan kita?

LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Medan, Sebuah Amal Usaha Muhammadiyah yang didirikan dan di resmikan oleh PP Muhammadiyah tanggal 14 Oktober 2017 lalu, adalah salah satu bentuk tanggungjawab dan refleksi kegelisahan seorang Aktivis dan Tokoh Muhammadiyah Medan Sumatera Utara Buya Rafdinal S. Sos,M. AP, yang memang dari kecil hidup di Panti Asuhan dan sejak tahun 2000 telah aktiv melakukan pembinaan terhadap anak -anak di Panti Asuhan, apa yang dilakukannya sejak 2017 lalu tidak sekadar membangun gedung, tapi sedang menjawab titah langit.

Titah Langit Surat Al-Ma’un

Sejak 1912, K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dengan aksi nyata. Itulah tafsir hidup dari Surat Al-Ma’un:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un: 1-3)

BACA JUGA :  Menyoal Kelangkaan BBM di Sumbagut: Kegagalan Sistemik atau Masalah Teknis?

Maka pendirian LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan ini adalah kelanjutan dari gerakan Al-Ma’un itu. Ini bukan sekadar kegiatan sosial. Ini adalah pelaksanaan titah langit.

Dua Fungsi Mulia LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Medan, yaitu sebagai Shelter dan Rumah Pemulihan.

Temporary Shelter, yaitu unit pelayanan perlindungan pertama yang bersifat responsif dan segera bagi bayi terlantar, korban kekerasan, atau korban perdagangan (trafficking). Sedamgkan Protection Home, yaitu unit pelayanan perlindungan, pemulihan, rehabilitasi dan reintegrasi agar anak dapat tumbuh kembang secara wajar sesuai fitrahnya.
Ini adalah amanat konstitusi UUD 1945 Pasal 34 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Tapi negara tidak bisa bekerja sendiri.

LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan ini adalah Pilot Project Nasional dari MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mereplikasi keberhasilan LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Bandung yang berstandar nasional dan standar lembaga anak dunia.

Titah Al-Qur’an Tentang Infaq Untuk Kaum Lemah.

Allah SWT tidak hanya memerintahkan kita untuk shalat, tapi juga mewajibkan kepekaan sosial. Ada titah langit yang jelas tentang harta kita ada hak untuk kaum lemah, termasuk bayi-bayi terlantar ini, Allah SWT berfirman:

QS. Al-Baqarah: 261 – Balasan 700 Kali Lipat; “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki…”

BACA JUGA :  Gandeng Kampus se-Jakarta, LLDIKTI Salurkan Bantuan Korban Banjir di Sumatera Utara

Infaq untuk susu, popok, dan biaya hidup bayi-bayi di LKSA ini adalah infaq di jalan Allah yang paling nyata. Balasannya tidak akan hilang.

QS. Al-Baqarah: 274 – Infaq Siang dan Malam “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya…”(QS. Al-Baqarah: 274)

Inilah investasi abadi. Harta yang kita titipkan untuk bayi terlantar akan menjadi penerang di alam kubur.
QS. Ad-Dhuha: 9-10 – Larangan Menghardik “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” (QS. Ad-Dhuha: 9-10)

Ayat ini adalah peringatan keras. Jika hari ini ada bayi yatim terlantar mengetuk pintu kemanusiaan kita, lalu kita acuh, maka kita termasuk penghardik itu.

QS. Al-Baqarah: 215 dan Al-Hadid: 7 Harta Adalah Titipan “…dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” (QS. Al-Hadid: 7). Harta kita ada hak anak yatim dan anak terlantar di dalamnya.

Jangan Biarkan Kami Berjuang Sendirian

Saya, Rafdinal, S.Sos., M.AP, sebagai Ketua LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Medan, dalam momen Tasyakuran 9 tahun berdirinya LKSA Bayi Sehat ini, mengetuk pintu kemanusiaan Bapak/Ibu sekalian untuk terus dapat mensupport keberadaan LKSA Bayi Sehat ini agar terus berkembang dan memberikan banyak manfaat buat bayi dan balita yg mengalami ketelantaran dan kejahatan.
Kepada Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, Jadikan LKSA ini sebagai gerakan jamaah. Ini adalah ladang amal jariyah kita.

BACA JUGA :  MUI Sumut Luncurkan Jadwal Sholat & Gelar Seminar Terbatas

Kepada Pemerintah Kota Medan, Pemprov Sumut, dan DPRD: Mari jadikan APBD berpihak pada anak terlantar. Satu bayi yang kita selamatkan hari ini, akan menjadi penyelamat bangsa 20 tahun mendatang.

Kepada Para Pengusaha, Donatur, dan Dermawan: Ingat janji Allah dalam QS. Al-Baqarah 261. Satu kaleng susu, satu paket popok yang Bapak/Ibu titipkan, akan Allah balas 700 kali lipat.

Kepada Kampus, Media, dan Masyarakat Sipil: Jadilah relawan. Bantu kami mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi bayi yang dibuang.

Bayi-bayi itu tidak meminta dilahirkan dalam kondisi terlantar. Tapi mereka berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup.
Mereka sedang mengetuk pintu kemanusiaan kita hari ini. Akankah kita membukanya dengan infaq terbaik kita, atau justru menghardiknya seperti pendusta agama dalam Surat Al-Ma’un?
Mari kita peluk mereka. Mari kita laksanakan Titah Langit itu. Bersama LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Medan.

Wassalam.

Penulis:Wakil Ketua PDM Kota Medan, Ketua LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Medan (Muhammadiyah Children Centre),
Aktifis Dakwah Sosial Dan Penggiat Pemberdayaan Masyarakat.