MEDAN– Dukungan mengalir untuk Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag untuk maju menjadi Presedium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Medan. Kali ini datang dari Keluarga Besar Alumni Fakultas Syari’ah UIN Sumatera Utara.
Alumni menilai sosok Prof. Yafiz adalah figur yang tepat untuk membawa KAHMI Medan menjadi lebih progresif, kolaboratif, dan memberi dampak nyata bagi umat dan Kota Medan.
Hal tersebut disampaikan perwakilan Alumni Fakultas Syari’ah UIN Sumut, Jonson Sihaloho dalam silaturahmi di Medan, Minggu (12/10/2026).
Hadir dalam silaturahim tersebut, H. Fadly Nurzal, SAg, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, MAg, Prof. Dr. Syafruddin Syam, MAg, Dr. Zulham, Dr. H. FAISAL AMRI, S.Ag, Dr. Hj. Hafiza Cahyani, M. Agus Syahrial, S.EI dan Dr. Suasana Nikmat Ginting, MA.
“Kami dari alumni Fakultas Syari’ah UIN Sumut melihat bahwa KAHMI Medan butuh sosok pemersatu. Sosok yang akademisi, birokrat kampus yang paham, aktivis yang juga matang, dan jaringan yang luas. Nama itu ada pada Prof. Muhammad Yafiz,” ujar Jonson Sihaloho,SHi, kepada wartawan, usai acara, kemarin, di Brother Kafe.
Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag bukan nama asing di lingkungan UIN Sumatera Utara dan Sumatera Utara secara umum. Rekam jejaknya sangat mumpuni:
Dia adalah akademisi senior yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SU Medan yang berhasil membawa FEBI menjadi fakultas paling progresif dan pesat pertumbuhannya. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SU.
Sosok ini adalah alumni Syari’ah Asli. Beliau adalah produk asli Fakultas Syari’ah, sehingga memahami betul kultur HMI dan KAHMI. Darah hijau hitam sudah mengalir sejak mahasiswa.
” beliaj memiliki manajerial yang Teruji. Berpengalaman menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, dunia industri perbankan (BRI), dan lembaga nasional. Jiwa kewirausahaan dan keorganisasiannya kuat,” ujar Jonson Sihaloho.
Ditambahkan Jonson, figur Yafiz adalah moderat dan merangkul. Dikenal sebagai sosok yang kalem, merangkul semua kalangan, tidak eksklusif, dan dekat dengan alumni muda maupun senior.
“Beliau bukan hanya dosen, tapi pemimpin. Di tangan beliau FEBI Career Center lahir, kerjasama nasional dan internasional dibangun. Ini modal penting untuk KAHMI Medan yang butuh terobosan. KAHMI jangan hanya jadi organisasi reuni, tapi harus jadi organisasi yang produktif,” tambahnya.
Momentum Musda KAHMI Medan
Musyawarah Daerah (MUSDA) MD KAHMI Kota Medan yang akan segera digelar dinilai sebagai momentum kebangkitan.
Alumni berharap Musda tidak terjebak pada politik transaksional, tapi melahirkan 5 Presidium yang kuat, kolaboratif, dan berintegritas. Nama Prof. Yafiz diyakini bisa menjadi perekat di antara presidium nantinya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan berbagai alumni lintas angkatan, dari angkatan 90-an hingga 2010-an. Gayung bersambut. Insya Allah kami akan mengusung Prof. Yafiz secara resmi di Musda nanti. Kami butuh KAHMI Medan yang hidup, bukan KAHMI yang hanya ada plangnya,” tegasnya.
Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag yang dikonfirmasi menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme organisasi dan aspirasi alumni.
“Terima kasih atas kepercayaan teman-teman alumni Syari’ah. KAHMI adalah rumah besar kita. Apapun amanahnya nanti, saya siap berkhidmat jika itu untuk kebaikan bersama,” ujar Prof. Yafiz singkat saat dihubungi. (gnt/isl)
