MEDAN- Bentuk dukungan pemerintah RI maupun daerah terhadap perjuangan rakyat Palestina atas penjajahan Zionis Israel adalah meminta Zionis Yahudi dan Israel menghentikan tindakan pembantaian yang jelas mengarah pada Genosida warga Gaza khususnya dan Palestina pada umumnya.
Selain itu, segala cara harus dilakukan untuk menghentikan tindakan pembantaian ini, termasuk memboikot penggunaan produk produk yang jelas berafiliasi dan mendukung pembantaian ini.
Poin tersebut disampaikan Buya Rafdinal, S. Sos M. AP, saat memimpin Dialog Keumatan antara Wali Kota Medan dan Aliansi Ormas Islam, yang digelar Jumat (25/4/2025) di Aula MUI Kota Medan.
Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan itu mengingatkan bahwa tindakan boikot ini juga sudah direstui oleh MUI.
“Bahkan MUI juga telah keluarkan Fatwa Haram untuk terus konsumsi produk yang mendukung Pembantaian Zionis Israel ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, mewakili Aliansi Ormas Islam memberikan masukan kepada Wali Kota Medan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Sofyan yang hadir untuk tidak menggunakan produk-produk terafiliasi dalam kegiatan Pemerintahan Kota. Selain itu, mengutamakan produk UMKM atau Pengusaha asal Medan
“Pemko Medan sebagai pemerintah kota medan yang 67% warganya Muslim, dan anggaran APBD nya juga dari Pajak warganya terutama umat Islam, harus juga menyahuti aspirasi umat islam ini untuk ikut boikot produk yang mendukung perilaku genosida yang dilakukan Zionis, salah satu contonya setiap agenda Pemko Medan atau setiap kantor Pemko Medan janganlah mengkonsumsi makanan minuman yang berafiliasi dengan zionis Israel, tapi gunakan makanan minuman produk lokal milik pengusaha medan yang tidak terafiliasi dengan Zionis,” ujarnya.
Buya Rafdinal menilai jika hal tersebut perlu dilakukan oleh Pemerintah sebagai bentuk dukungan kepada kemanusiaan dan juga apresiasi kepada produk pengusaha lokal.
“Jika sikap ini dilakukan oleh Pemko Medan, maka hal ini jelas bentuk penghormatan terhadap aspirasi sebagian besar warga medan terutama muslim dan juga menghidupkan produk lokal milik warga Medan. Karena itu kita minta sikap Walikota Medan untuk menindaklanjutinya,” pungkasnya. (isl)









