Medan

PD Mathla’ul Anwar dan Musma Kota Medan Gelar Webinar Baiti Jannati, Jelaskan Rumah Tangga Sehat dari Sudut Agama dan Sains

MEDAN– Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar dan Muslimat Mathla’ul Anwar (Musma) Kota Medan menggelar Webinar Pendidikan yang mengangkat tema “Baiti Jannati: Rumah Tangga yang Sakinah dan Sehat dari Sudut Pandang Al-Quran dan Hadis, Sains dan Kesehatan serta Arsitektur” pada Jumat (15/5/2026) malam.

Ketua Musma Kota Medan, Dr. Nurul Huda, S. Pd, M. Si mengungkapkan melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat membuka ruang diskusi dan pembelajaran bersama mengenai bagaimana membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus sehat secara emosional, sosial, dan spiritual menurut perspektif agama dan sains. Terlebih menghadapi perkembangan zaman belakangan ini, keluarga berperan sebagai benteng.

“Tema ‘Baiti Jannati’ memiliki makna yang sangat mendalam. Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga madrasah pertama bagi setiap anggota keluarga. Dari keluargalah lahir generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki ketahanan moral dalam menghadapi tantangan zaman. Di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan berbagai persoalan kehidupan modern saat ini, keluarga menjadi benteng utama dalam menjaga nilai-nilai agama, pendidikan, serta kesehatan mental dan spiritual,” ungkapnya.

Kegiatan webinar yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Unimed, UIN Sumut dan Univa serta masyarakat umum lain, menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Narasumber pertama, yakni Ustaz Khairuddin Soleh Harahap MA yang menjelaskan Rumah Tangga dari Perspektif Al-Quran dan Hadis. Narasumber kedua, Dr. Ahmad Faisal Nasution M. Si yang melihat dari Baiti Jannati dari perspektif sains dan kesehatan. Serta Narsum Ketiga, Nanda Hafiz Pratama Lubis ST, MT yang meninjau rumah tangga yang sehat dari perspektif Arsitektur /Teknik.

Ustaz Soleh Harahap menjelaskan bahwa rumah tangga yang sakinah dimulai dari orangtua yang baik, selanjutnya setiap keluarga harus punya visi misi. Selain itu, di dalam rumah harus dihidupkan nuansa keilmuan dan ibadah.

Sementara itu, Dr. Ahmad Faisal Nasution M. Si menerangkan bahwa dalam perspektif biologi, Baiti Jannati bermakna rumah yang nyaman, aman dan penuh kasih sayang.

“Lingkungan rumah mempengaruhi kondisi fisik dan mental anggota keluarga. Rumah yang sehat mendukung fungsi tubuh yang optimal. Kualitas hidup sebuah keluarga akan meningkat tatkala rumah menjadi tempat yang sehat dan harmonis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti virus yang saat ini sedang jadi perbincangan, yakni virus Hanta yang menyebar lewat urine,kotoran, air liur tikus atau debu yang terkontaminasi.

“Pencegahannya kita harus selalu menjaga kebersihan rumah, tidak menumpuk barang, menutup akses tikus dan membersihkan area lembap, ” ujarnya.

Sementara itu, Nanda Hafiz Pratama Lubis ST, MT menjelaskan bahwa prinsip dalam membangun rumah sehat ialah memiliki pencahayaan alami, sirkulasi yang baik dan punya tata ruang fungsional.

Host acara, Nurbaity Situmorang M. Sc menerangkan Webinar yang berlangsung sepanjang dua jam ini, menghasilkan beberapa poin kesimpulan.

“Baiti Jannati yakni Rumah bukan saja tempat berteduh tetapi juga menjadi madrasah pertama oleh karena itu sebagai orang tua harus menjadi contoh. Rumah tangga ideal diwujudkan melalui cinta, kasih sayang, dan ketenangan jiwa dengan menjadikan rumah sebagai pusat pendidikan akhlak dan ibadah. Pembentukan keluarga harmonis dimulai dari keteladanan orang tua, penyusunan visi misi keluarga, penguatan ilmu agama, serta pembiasaan ibadah di rumah,” ujarnya.

Langkah awal bisa membuat visi misi juga menjaga nasab sebagai salah satu maqashid syariah.

Sementara, dalam sudut pandang Sains Rumah sebagai ekosistem yang harus seimbang. Harus bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit misalnya Black Molds, Hanta Virus. Rumah yang sehat mendukung fungsi tubuh yang optimal. Kualitas hidup meningkat ketika rumah menjadi tempat yang sehat dan harmonis.

“Rumah Tangga Sehat Tidak harus mahal, tetapi soal kebiasaan. Sejalan dengan perspektif arsitektur bahwa rumah sehat mengintegrasikan prinsip keberlanjutan taman hijau untuk kualitas udara, sistem pengelolaan air hujan untuk konservasi sumber daya, dan desain efisiensi energi melalui orientasi bangunan optimal serta ventilasi silang alami,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PW Mathla’ul Anwar Sumatera Utara, Buya Dr. H. Hasnan Syarief Panggabean, M. Pd mengapresiasi kegiatan yang digelar ketiga kalinya oleh PD MA Kota Medan dan Musma ini.

“Mathla’ul Anwar sebagai ormas Islam memang bergerak di 3 bidang, pendidikan, dakwah Islamiyah dan sosial kemasyarakatan. Tentu webinar ini merupakan sumbangsih MA dalam bidang pendidikan,” ujarnya.

Sekretaris PD Mathla’ul Anwar Kota Medan, Islahuddin Panggabean menerangkan di momen peringatan Hari keluarga Internasional, Mathla’ul Anwar Kota Medan mengajak masyarakat untuk memperkuat kembali peran keluarga dan rumah sebagai benteng terakhir dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Keluarga yang sakinah dan rumah yang sehat dan nyaman tentu merupakan salah satu nikmat terbesar dalam kehidupan,” pungkasnya.  (r/isl)