Nasional

AdNI Gelar Halal Bi Halal & Launching Buku Mengapa Hukum Dipermainkan?

JAKARTA– Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Advokat Negarawan Indonesia (DPP AdNI) gelar kegiatan Halal Bi Halal & Lauching Buku Ketua Umum AdNI berjudul Mengapa Hukum Dipermainkan? (Telaah Kritis Carut-Marut Penegakan Supremasi Hukum di Tanah Air).

Forum silaturahmi dan literasi yang dihadiruli sedikitnya 50 peserta tersebut, dilaksanakan pada Sabtu (11/04/2026) di Istambul Room Hotel Madani Jl. SM Raja/Amaliun No. 1 Medan.

Selain anggota dan pengurus AdNI, tampak hadir sejumlah pejabat dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemko Medan serta MUI Medan turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Eka Putra Zakran, Ketua Umum (Ketum) AdNI menyampaikan bahwa kegiatan Syawal merupakan momentum yang tepat untuk meluncurkan bukunya yang berjudul Mengapa Hukum Dipermainkan?.

“Berhubung ini kan masih bulan Syawal, saya mengucapkan ” Taqobballahu Minna Wamingkum, semoga amal ibadah saya dan kalian diterima Allah”. Disamping itu, momentum Syawal atau halal Bi halal ini merupakan momentum paling bagus untuk meningkatkan ukhuwah silaturahim. Selain itu, kebetulan juga saya ada buku ke-3 belum di launching, sehingga momentum ini menjadi tepat dalam rangka edukasi, inspirasi atau pencerahan kepada publik,” sebut Eka.

Lebih jauh Eka menegaskan bahwa kandungan buku ini merupakan bunga rampai dari sejumlah komentar dan tulisannya dibeberapa media massa, yang paling menggegerkan itu sarat manipulatif misalnya pada kasus Sambo.

“Semoga buku ini bermanfaat dalam rangka menambah wawasan hukum. Pendeknya, buku ini sangat layak dan relevan untuk dibaca oleh semua kalangan, masyarakat dan mahasiswa, para akademisi maupun praktisi hukum. Hal ini tentu sangat sejalan dengan visi-misi AdNI yaitu menguatkan eksistensi advokat, membela masyarakat, mewujudkan keadilan hukum serta mendukung program pembangunan Hukum Nasional,” tegas Eka yang saat ini merupakan mahasiswa S3 Prodi Hukum Islam UINSU Medan itu.

Ketua Umum MUI Medan melalui wakil ketua MUI Bidang Hukum, Majda Elmuhtaj dalam sambutannya menyatakan, masalah yang dibahas dalam buku Mengapa Hukum Dipermainkan? dari dulu sampai sekarang adalah problematika kita semua.

“Jadi apa yang ditulis bang Eka, saat ini telah terjadi kekeringan hukum. Oleh karenanya disini pentingnya peran teman-teman advokat, sangat dinantikan untuk memperbaiki hukum. Selamat buat bang Eka telah menulis buku dan juga selamat Milad ke-1 untuk DPP AdNI,” ujar Majda.

Walikota Medan, Ricco Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya yang diwakili Junaidi Sanjaya, SH MH Kabag Hukum Setda Pemko Medan menyampaikan, kalau ada Lurah atau Camat yang bermasalah, bisalah untuk berdialog terlebih dahulu, jangan langsung-langsung berperkara di Pengadilan.

“Nah, pada intinya apa yang disampaikan bang Eka dalam bukunya Mengapa Hukum Dipermainkan? ini diharapkan bisa bermanfaat untuk kita semua, khususnya yang berada di kota Medan ini. Saya tidak bisa memberikan banyak pesan dalam kesempatan ini, karena harusnya tadi pak Walikota yang memberi sambutan, namun karena kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan MTQ Kota Medan ke-18 mendadak tadi saya diintruksikan menghadiri acara ini. Sekali lagi selamat dan sukses kegiatan Halal Bi halal dan launching buku ketua umum AdNI,” ujar Junaidi.

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution dalam arahannya melalui Karo Hukum Setda Provsu Aprilla Haslantini Siregar, SH MH menyambut baik kegiatan Halal Bi Halal dan Launching Buku Mengapa Hukum Dipermainkan? yang digelar oleh DPP AdNI.

“Hanya saja pada kesempatan ini saya membacakan pidato Pak Gubernur, karena beliau saat ini sedang konsen di luar kota menyelesaikan dampak Banjir di Sumut. Hampir setiap Minggu pak Gubernur mendampingi para menteri yang datang dari Pusat. Dalam kesempatan kami mendorong agar AdNI mendaftarkan akreditasi OBH AdNI melalui Menteri Hukum supaya bersinergi dalam memberikan bantuan hukum kepada masayarakat. Pemprov Sumut siap bersinergi dengan semua elemen dalam mendorong penegakan hukum. Tanpa adanya suatu kepastian hukum, maka investasi akan tersumbat,” tutup Aprilla. (r/isl)