JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tak kuasa menahan haru saat membahas bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Di hadapan para ulama yang hadir di Istana Negara, Presiden tampak menyeka air mata ketika menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atas upaya mereka menyalurkan bantuan bagi warga Palestina.
Suasana di Istana Negara, Kamis (5/3/2026), terasa berbeda. Dalam acara silaturahmi Presiden dengan tokoh agama dan pimpinan organisasi masyarakat Islam, momen haru terjadi yang membuat ruangan seketika hening.
Pertemuan yang dihadiri sekitar 121 ulama dan pemuka agama dari berbagai daerah itu awalnya berlangsung seperti agenda resmi pada umumnya. Para tokoh agama duduk berjejer mendengarkan paparan Presiden mengenai berbagai isu kebangsaan dan kemanusiaan.
Namun suasana berubah ketika sebuah video dokumentasi diputar. Tayangan tersebut menampilkan rekaman penyaluran bantuan kemanusiaan dari Indonesia kepada warga Palestina.
Dalam video terlihat anak-anak, perempuan, dan keluarga yang hidup dalam keterbatasan menyambut bantuan tersebut dengan penuh harap.
Saat menyaksikan tayangan itu, Presiden Prabowo sempat terdiam. Ketika kembali berbicara, suaranya terdengar bergetar. Ia menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada Baznas yang selama ini aktif mengorganisasi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
“Luar biasa, terima kasih Baznas. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia,” ujar Prabowo.
Sesaat kemudian Presiden mengangkat sapu tangan putih untuk menyeka air mata yang mengalir di pipinya. Suasana di ruangan yang dipenuhi para ulama itu pun mendadak sunyi.
Menurut Prabowo, bantuan yang dihimpun dan disalurkan melalui Baznas bukan sekadar bantuan logistik, melainkan wujud nyata kepedulian bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina.
“Bantuan Anda sangat dirasakan. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara Baznas yang mengorganisirnya. Luar biasa, terima kasih,” katanya dengan suara masih bergetar.
Presiden juga menyinggung dukungan pemerintah dalam proses pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut. Berbagai fasilitas negara, termasuk pesawat militer, disiapkan agar bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita siapkan Hercules, kita siapkan payung. Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui Baznas. Terima kasih,” ujarnya.
Di antara ratusan tokoh agama yang hadir, Ketua Baznas Noor Achmad terlihat berdiri dari tempat duduknya sambil menyedekapkan kedua tangan sebagai tanda hormat kepada Presiden.
Pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengapresiasi dukungan Presiden terhadap berbagai upaya kemanusiaan yang dilakukan Baznas bagi masyarakat Palestina.
Menurut Rizaludin, keberhasilan penyaluran bantuan kemanusiaan tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah. Ia menilai Presiden juga berperan dalam membuka akses distribusi bantuan sehingga dapat dikirim melalui berbagai jalur.
“Akses yang beliau berikan membuat bantuan bisa dikirim melalui berbagai jalur, mulai dari darat, udara, hingga kapal laut kemanusiaan,” ujar Rizaludin.
Selama bulan Ramadan ini, Baznas berencana membangun sejumlah tenda bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik di Gaza. Selain itu, Baznas juga menyiapkan program jangka panjang untuk membantu pembangunan kembali berbagai fasilitas publik di wilayah tersebut.
“Kami berharap bisa segera membangun Kampung Indonesia di sana karena masih ada dana masyarakat yang dititipkan kepada Baznas,” katanya.
Namun hingga saat ini proses pembangunan masih menghadapi kendala karena belum adanya izin untuk mendirikan bangunan permanen di wilayah Gaza. Untuk sementara, pembangunan yang diperbolehkan masih sebatas fasilitas semi permanen seperti tenda bagi para pengungsi.
“Kami berharap Palestina segera merdeka, Gaza kembali normal sehingga harapan para donatur Indonesia untuk membangun kembali fasilitas yang hancur dapat terwujud,” jelasnya.
Komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap rakyat Palestina terus diwujudkan melalui berbagai bantuan yang dihimpun dan disalurkan oleh Baznas. Dalam beberapa periode terakhir, lembaga tersebut juga mengirimkan bantuan pangan dalam jumlah besar untuk membantu warga Gaza yang menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Salah satu bantuan terbesar adalah pengiriman 50 truk tepung dengan nilai sekitar 1 juta dolar AS atau setara Rp16 miliar. Bantuan tersebut disalurkan melalui kerja sama Baznas dengan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir, lembaga zakat resmi Mesir yang berada di bawah naungan Al-Azhar. (r/isl)
