Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian ESDM sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan agenda strategis sektor energi dan mineral nasional, Rabu (6/5/2026).
Pelantikan yang berlangsung di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, tersebut menempatkan sejumlah pejabat pada posisi strategis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), energi baru terbarukan (EBT), hingga transformasi digital kementerian.
Salah satu nama yang dilantik adalah Dr. Erick Hutrindo sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM. Posisi ini dinilai krusial seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi layanan serta integrasi data di sektor energi nasional.
Di sektor migas, Joko Hadi Wibowo dipercaya menjabat Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Penunjukan ini menjadi perhatian karena industri migas saat ini menghadapi tantangan peningkatan produksi nasional sekaligus tuntutan penerapan standar lingkungan yang semakin ketat.
Sementara itu, di sektor minerba, Totoh Abdul Fatah dilantik sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, dan Dr. Asep Kurnia Permana menjabat Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara.
Penguatan juga dilakukan di sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi. Dr. Ir. Hendra Iswahyudi dilantik sebagai Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, sedangkan Dr. Priatin Hadi Wijaya dipercaya sebagai Direktur Panas Bumi.
Selain itu, Noor Arifin Muhammad menjabat Direktur Bioenergi, Gigih Udi Atmo sebagai Direktur Konservasi Energi, dan Tony Susandy sebagai Direktur Energi Terbarukan.
Langkah reshuffle ini dinilai sebagai upaya memperkuat mesin birokrasi ESDM di tengah besarnya target pemerintah, mulai dari hilirisasi mineral, peningkatan lifting migas, pengembangan panas bumi, hingga percepatan transisi energi menuju target net zero emission.
Penguatan jajaran teknis di sektor EBT juga menjadi krusial, mengingat pemerintah tengah mendorong investasi besar-besaran pada proyek energi bersih, seperti bioenergi, tenaga surya, dan panas bumi.
Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat eselon I serta jajaran internal Kementerian ESDM. Dalam arahannya, Bahlil menekankan pentingnya kerja cepat, profesionalisme, serta keberanian dalam mengambil terobosan guna mendukung ketahanan energi nasional dan peningkatan investasi di sektor ESDM. (bc)