TAPANULI TENGAH – Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk memulihkan arsip kepegawaian aparatur sipil negara (ASN) yang terdampak bencana. Upaya ini dilakukan guna menjamin kepastian administrasi dan keberlanjutan karier pegawai di tengah proses pemulihan pascabencana.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, secara virtual saat membuka kegiatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Arsip Aparatur Sipil Negara (ASN) Terdampak Bencana di wilayah Kantor Regional (Kanreg) VI BKN Medan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang difasilitasi BKN bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tapteng itu menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan, merekonstruksi, dan menata kembali dokumen kepegawaian yang rusak atau hilang akibat bencana.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi turut mengikuti kegiatan secara hibrida dari Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapteng.
“Upaya-upaya ini perlu didukung dengan data, kepastian karier ASN, dan kepastian masa depan dokumen kepegawaian agar terselamatkan atau tergantikan,” ujar Zudan.
Menurut Zudan, BKN telah menyiapkan sistem lemari digital untuk mendukung penyimpanan arsip kepegawaian secara elektronik. Karena itu, ASN di Tapteng didorong segera melakukan digitalisasi terhadap dokumen yang masih tersedia.
Sementara itu, apabila terdapat arsip yang rusak atau hilang akibat bencana, pegawai diminta segera melaporkannya agar dapat diproses penerbitan dokumen baru atau surat keterangan pengganti.
“Jika ada arsip yang rusak atau hilang akibat bencana, segera laporkan agar diterbitkan dokumen baru atau surat keterangan pengganti,” katanya.
Selain mendukung pemulihan administrasi kepegawaian, Zudan yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional menegaskan komitmen Korpri untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan secara bertahap ke wilayah terdampak bencana.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan unit ambulans dan pembangunan sumur bor guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Kepala Kanreg VI BKN Medan, Janry Haposan U.P. Simanungkalit, mengatakan pendampingan penataan arsip tersebut merupakan wujud dukungan satuan tugas manajemen ASN sekaligus bentuk perhatian khusus kepada Kabupaten Tapteng.
Menurutnya, penyelamatan dokumen kepegawaian menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap berjalan optimal meskipun menghadapi dampak bencana.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKN RI serta Kanreg VI BKN Medan atas pendampingan yang diberikan.
Ia menjelaskan, digitalisasi arsip menjadi kebutuhan mendesak di tengah upaya pemerintah daerah menangani dampak bencana alam yang masih berlangsung.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas pendampingan ini. Saat ini Tapteng masih terus berupaya menangani bencana, bahkan dua kecamatan masih berada dalam status tanggap darurat akibat cuaca ekstrem,” ujar Masinton.
Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Tapteng untuk mempercepat transformasi sistem kerja birokrasi dari pola manual menuju digital.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat keamanan dan ketertiban administrasi kepegawaian, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja aparatur agar lebih efektif, berdampak, dan berorientasi pada hasil.
Masinton pun meminta seluruh perangkat daerah dan ASN yang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) agar memanfaatkan sistem lemari digital secara optimal.
“Sehingga tumpukan berkas fisik dapat terdata secara elektronik dan terjamin keamanannya demi kepastian administrasi kepegawaian jangka panjang,” pungkasnya. (r/isl)
