Medan– Ketua Dewan Pembina Media Indonesia Raya (MIRA) yang juga tokoh perempuan dan pegiat pemberdayaan UMKM Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio atau biasa disapa Bunda Yin, menyampaikan apresiasi dirinya atas kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mendorong penurunan bunga kredit/pembiayaan program Mekaar pada PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Menurut Bunda Yin, kebijakan tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil, khususnya kaum ibu pelaku usaha ultra mikro yang selama ini membutuhkan akses pembiayaan yang ringan dan berkelanjutan.
“Turunnya bunga Mekaar adalah kabar baik bagi masyarakat kecil. Ini membuktikan bahwa Presiden Prabowo benar-benar mendengar kebutuhan rakyat bawah, khususnya ibu-ibu pelaku usaha yang selama ini berjuang menopang ekonomi keluarga. Keputusan yang luar biasa yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat pengguna manfaat Mekaar,” ujar Bunda Yin kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Diketahui sebelumnya program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) adalah layanan pinjaman modal berbasis kelompok yang dirancang khusus untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, dikelola oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini bertujuan memberdayakan perempuan prasejahtera agar dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memberikan akses permodalan tanpa agunan, dengan struktur imbalan bunga yang mencapai 24% – 25%, yang selanjutnya diturunkan menjadi 9% menuju ke 8 % oleh presiden Prabowo.
Keputusan tersebut diumumkan Presiden Prabowo saat menghadiri acara Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan pada Rabu (13/5/2026) lalu, di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
“Saya kumpul dengan Menteri Keuangan, Menteri Ekonomi, Danantara saya instruksikan ini keputusan politik saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga pra-sejahtera dari 24% kita turunkan harus di bawah 10%, harus di bawah 9%, Danantara bisa? bisa berapa persen? 8%,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menilai tidak adil jika masyarakat kecil yang meminjam dana Rp2 juta hingga Rp10 juta justru dibebani bunga jauh lebih tinggi dibanding kredit korporasi. “Bayangkan orang kaya dikasih 9%, orang miskin 24%, ini negara pancasila, apa ngga, saya ngga paham,” kata Presiden Prabowo.
“Kita berharap kebijakan ini segera dilaksanakan. Ya, sikap ini harus kita dukung, dan kita bersyukur Pak Prabowo bersama jajarannya, memahami kondisi faktual di lapangan yang dihadapi oleh masyarakat kebanyakan. Terima kasih pak Prabowo,” tegas Bunda Yin mengakhiri keterangannya. (r/isl)