Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Presiden Prabowo di Bulan Ramadan

Nasional45 Dilihat

JAKARTA – Ulama kharismatik Yahya Zainul Ma’arif atau yang lebih dikenal sebagai Buya Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbanyak doa di bulan suci Ramadan, termasuk mendoakan para pemimpin bangsa agar diberi kekuatan dalam menjalankan amanah.

Ajakan tersebut disampaikan Buya Yahya saat menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menurut Buya Yahya, tugas seorang presiden bukanlah hal yang mudah. Ia menilai tanggung jawab besar yang diemban kepala negara membutuhkan dukungan doa dari seluruh masyarakat.

BACA JUGA :  JAMPIDUM Setujui 13 Restorative Justice, Salah Satunya Perkara Pencurian di Banggai

“Yang paling penting adalah doa. Menjadi presiden itu tidak mudah, sangat berat. Karena itu kita perlu mendoakan pemimpin kita agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Buya Yahya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ulama asal Cirebon tersebut menegaskan bahwa di balik setiap keputusan penting yang diambil pemimpin negara, terdapat tanggung jawab besar demi kepentingan rakyat serta masa depan bangsa.

Ia berharap doa masyarakat dapat menjadi kekuatan moral bagi kepemimpinan nasional sehingga Indonesia tetap berjalan menuju kedamaian dan kesejahteraan.

BACA JUGA :  Munas Pemuda LIRA ke-2: Bangun Arah Baru Perjuangan Pemuda

“Kita doakan agar beliau sukses, berjaya, umat hidup damai, dan rakyat merasakan kebahagiaan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Buya Yahya juga menyampaikan pesan yang ia sebut sebagai “pesan cinta” kepada Presiden Prabowo. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat nilai kebaikan, kedamaian, dan persaudaraan.

Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi waktu yang membawa ketenangan serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kita ingin Ramadan ini menjadi bulan yang damai dan tenteram. Alhamdulillah kondisi kita baik. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum kebaikan, Ramadan yang penuh kedamaian dan keindahan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kejaksaan RI Gelar Program Mudik Gratis 2025

Buya Yahya juga menyinggung kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Ia menilai situasi di dalam negeri masih relatif aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

“Indonesia nyaman. Kita masih bisa menjalankan kewajiban pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan. Kalau ada urusan luar negeri tentu ada pihak yang lebih memahami dan menangani,” katanya. (isl)