Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri merupakan hasil dari berbagai upaya pembenahan internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta transformasi digital.
Hal itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Kapolri menyebut Polri terus bertransformasi untuk menghadirkan institusi yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
“Polri senantiasa bertransformasi guna menghadirkan sosok yang humanis. Salah satunya diwujudkan dengan mengubah paradigma pengamanan unjuk rasa menjadi pelayanan penyampaian pendapat,” ujar Jenderal Sigit.
Namun, ia menegaskan Polri tetap akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pihak-pihak yang melakukan aksi anarkis demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolri mengatakan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan rasa aman agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman dan kondusif.
Ia mengutip laporan The Global Safety Report 2025 oleh Gallup, yang menyebut 83 persen masyarakat Indonesia merasa aman ketika berjalan sendirian pada malam hari.
“Pelaksanaan tugas Polri juga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Survei Litbang Kompas yang dirilis Juni 2026 menyatakan terjadi peningkatan kepercayaan publik kepada Polri dari 76,2 persen menjadi 80,6 persen,” kata Sigit.
Selain itu, sebanyak 82,4 persen responden menyatakan yakin kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang.
Menurut Kapolri, hasil survei tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Polri untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Jenderal Sigit menjelaskan salah satu upaya peningkatan pelayanan dilakukan melalui transformasi digital. Polri telah menghadirkan Super Apps Polri yang menyediakan berbagai layanan seperti SKCK online, perpanjangan SIM dan STNK secara daring, serta layanan kepolisian lainnya.
Di bidang penegakan hukum, digitalisasi juga diterapkan melalui layanan konsultasi reserse yang dapat dilakukan secara langsung maupun online.
Sementara itu, pengawasan diperkuat melalui berbagai kanal seperti Dumas Presisi, Whistle Blowing System, dan QR Code Propam Polri di sejumlah fasilitas publik.
Untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, layanan darurat 110 juga terus dioptimalkan. Layanan tersebut kini tersedia di 34 Polda dan 508 Polres dengan target waktu respons maksimal 10 detik.
“Akses terhadap layanan ini juga telah ditingkatkan melalui fitur live chat pada aplikasi Super Apps Polri. Berbagai digitalisasi tersebut merupakan wujud komitmen Polri memperluas kemudahan akses masyarakat terhadap layanan kepolisian,” ujar Kapolri.
Survei Litbang Kompas dilakukan terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka pada 9–18 April 2026 di 38 provinsi. Metode pengambilan sampel menggunakan pencuplikan sistematis bertingkat dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan masyarakat menilai Polri melakukan pembenahan secara cepat, sistematis, dan tegas. (bc/isl)