TANGERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja sebagai fondasi dalam membangun iklim investasi yang kondusif, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri CEO Gathering dan Economy Outlook bersama Gubernur Banten serta Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP APINDO Banten 2026 yang digelar di PT Adis Dimension Footwear, Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan itu, Andra Soni menegaskan bahwa Pemprov Banten siap menjadi mitra strategis bagi para investor dan pengusaha yang telah berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemprov Banten berkomitmen menciptakan iklim usaha yang baik. Kami ingin menjadi mitra bagi investor dan pengusaha yang telah berkontribusi menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Andra Soni dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7/2026).
Forum tersebut juga membahas prospek ekonomi Banten periode 2026–2027 yang diperkirakan masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global. Meski demikian, para peserta optimistis Banten mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah penguatan kualitas sumber daya manusia melalui program APINDO Daya. Program ini mencakup pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, pelatihan keterampilan digital, pengembangan pemasaran digital bagi generasi muda, hingga pemberdayaan masyarakat melalui program Bina Desa.
Sebagai langkah konkret, APINDO menandatangani kerja sama dengan PT Kawasan Industri Modern untuk penyediaan lahan pembangunan sekolah vokasi. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang siap memasuki dunia industri sekaligus memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap sumber daya manusia yang kompeten.
Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menilai Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat industri nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing investasi di tengah tekanan ekonomi global.
Sementara itu, Ketua DPP APINDO Banten, Tomy Rachmatullah, menegaskan bahwa dunia usaha harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan tanpa mengabaikan keberlangsungan bisnis maupun kesejahteraan tenaga kerja.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Banten bersama APINDO menegaskan komitmen membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi yang erat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja diharapkan semakin memperkuat posisi Banten sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus daerah tujuan investasi yang semakin kompetitif di Indonesia. (bc/isl)
