DEPOK – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan program Pariwisata Ramah Muslim (Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism) di Masjid At-Thohir, Kota Depok. Program ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan wisata religi berbasis zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat).
Masjid At-Thohir diproyeksikan sebagai destinasi wisata religi unggulan yang mengedepankan konsep ramah Muslim serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan saat ini tengah dilakukan pendampingan terhadap Masjid At-Thohir sebagai destinasi wisata religi pertama yang diarahkan menjadi kawasan zona KHAS.
“Masjid At-Thohir sedang didampingi untuk menjadi daya tarik wisata berbasis religi pertama yang didorong sebagai zona KHAS. Kami berkolaborasi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal dalam proses pengembangannya,” ujar Iendra, Senin (13/7/2026).
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas destinasi wisata sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyampaikan apresiasinya karena Kota Depok dipercaya menjadi lokasi peluncuran program strategis tersebut. Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada kualitas destinasi, pelayanan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“Ini merupakan kehormatan bagi Kota Depok. Program ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak semata mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas destinasi, pelayanan berbasis data, serta penguatan kolaborasi berbagai pihak,” kata Chandra.
Ia menambahkan, Masjid At-Thohir memiliki nilai religius yang kuat sekaligus potensi besar sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat dan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Masjid At-Thohir telah menjadi simbol nilai-nilai religius dan mampu menghadirkan ruang yang nyaman bagi masyarakat. Ke depan, masjid ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Chandra menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk mendukung berbagai program pengembangan pariwisata ramah Muslim yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Peluncuran program ini juga dirangkaikan dengan publikasi capaian pembangunan sektor pariwisata melalui Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional Jawa Barat. Selain itu, masyarakat kini dapat mengakses berbagai data dan informasi kepariwisataan Jawa Barat secara gratis melalui platform Smiling West Java yang menyediakan informasi akurat, mutakhir, dan terintegrasi. (bc/isl)