Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

Nasional, News82 Dilihat

MALANG – Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menurunkan biaya haji bagi jamaah Indonesia melalui pembangunan Kampung Haji di Tanah Suci, Arab Saudi.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden di hadapan para ulama dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara Mujahadah Kubro memperingati Hari Lahir Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026) pagi.

“Nanti dijamin semua jamaah akan mendapat hunian yang layak, Tempat yang baik. Tidak usah ragu-ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam lagi. Pelayanannya akan terbaik dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Jaksa Agung Paparkan Capaian Strategis dan Rencana Kerja 2026 dalam Rapat Kerja Bersama Komisi III DPR RI

Presiden menyampaikan Indonesia memperoleh kehormatan dan hak untuk memiliki lahan di Kota Suci Mekkah. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun Kampung Haji yang diperuntukkan bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

Pembangunan Kampung Haji tersebut, kata Presiden, ditujukan untuk menjamin ketersediaan hunian yang layak dan nyaman bagi jamaah.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan standar pelayanan agar jamaah memperoleh fasilitas yang lebih baik selama menjalankan ibadah.

BACA JUGA :  Bangun Indonesia Bersih dan Tertata, Presiden Prabowo Perkuat Fondasi Lingkungan dan Stabilitas Nasional

“Kita berharap dalam tiga tahun Kita sudah punya Kampung Haji yang bagus, baru nanti beberapa bulan lagi saya kira kita akan punya kurang lebih seribu kamar, tapi akan terus kita bangun,” ucap Prabowo.

Mujahadah Kubro yang berlangsung pada 7-8 Februari 2026, merupakan puncak rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU yang diselenggarakan PWNU Jatim.

BACA JUGA :  Peduli Rafah, Prabowo Akan Kirim Pasukan ke Gaza

Acara tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 105 ribu orang, terdiri atas 77.541 orang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim dan sekitar 27.000 warga Muslimat NU. Jamaah tersebut menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil serta 5.413 sepeda motor.

Kegiatan tersebutdihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, ulama dan kiai karismatik, Pengurus Besar NU, Pengurus Wilayah NU Jawa Timur serta puluhan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah.(ant/bj)