Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla Lebih Masif dan Terpadu

Nasional, Politik18 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara lebih masif, terukur, dan terpadu. Presiden juga meminta seluruh jajaran terkait segera mengambil langkah konkret tanpa menunggu turunnya hujan.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026), yang membahas penanganan karhutla.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, mengatakan Presiden menekankan perlunya memperkuat kapasitas operasi udara untuk mendukung upaya pemadaman dan penanganan kebakaran.

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Pimpinan Ormas Islam, Jelaskan Alasan RI Masuk Board Of Peace

Salah satu langkah yang diperintahkan adalah meningkatkan penggunaan pesawat Hercules dalam operasi penyemaian bahan untuk modifikasi cuaca, yang sebelumnya telah dilakukan menggunakan pesawat CASA.

“Tadi dikerahkan juga, diperintahkan kepada Panglima TNI, dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat CASA, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules,” ujar Dudung seusai rapat.

Selain memperkuat operasi udara, Presiden juga menginstruksikan peningkatan pengerahan personel TNI dan Polri, petugas dinas terkait, serta pelibatan masyarakat dalam penanganan karhutla.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Menurut Dudung, seluruh unsur harus bergerak secara terkoordinasi dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia. Langkah penanganan juga diminta segera dilaksanakan secara masif dan terukur agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat.

“Perintah Presiden agar lebih masif kembali tentang pengerahan pasukan, petugas baik TNI, Polri, maupun Dinas Kehutanan, termasuk masyarakat yang dilibatkan. Nah, ini betul-betul harus secara masif, terukur, dan dilaksanakan dengan segera,” katanya.

Dudung menegaskan, Presiden Prabowo meminta jajarannya tidak menjadikan hujan sebagai satu-satunya harapan untuk mengatasi karhutla. Upaya penanganan harus dilakukan segera melalui kerja nyata dan pengerahan seluruh kemampuan yang dimiliki.

BACA JUGA :  Wakil Ketua PSI Sumut Sambut Baik Tokoh Pemuda Karo Maha Sendi Sembiring Jadi Kader

“Jadi, Bapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat. Beliau keras sekali tadi menyampaikan pada kami, untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras,” pungkas Dudung.

Arahan tersebut menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi karhutla, dengan mengoptimalkan dukungan operasi udara, pengerahan personel, serta keterlibatan masyarakat. (r/isl)