Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD di Istana Negara

Nasional, Politik55 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Pengangkatan Tandyo sebagai KSAD berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/TNI/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Sumpah itu menegaskan komitmen KSAD yang baru untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjunjung tinggi konstitusi, serta menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab.

Presiden Prabowo mendiktekan sumpah jabatan yang antara lain menekankan kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta komitmen menjaga etika jabatan, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit.

BACA JUGA :  Kodim 0725/Sragen bersama Yayasan Kartika Jaya Gelar Lomba Mewarnai

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan sumpah.

Setelah pengucapan sumpah, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan. Acara berlangsung khidmat dengan disaksikan sejumlah pejabat negara dan tamu undangan. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut hadir sebagai saksi dalam prosesi tersebut.

Gantikan Maruli Simanjuntak

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat sebagai KSAD. Maruli kini mendapat penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.

BACA JUGA :  Doa Prabowo Subianto untuk El Rumi dan Syifa Hadju di Resepsi Pernikahan Mewah

Tandyo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991. Ia lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969 dan memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian serta kepemimpinan di lingkungan militer.

Dengan jabatan barunya, Tandyo dihadapkan pada tanggung jawab untuk memimpin TNI Angkatan Darat sekaligus memastikan pelaksanaan tugas-tugas strategis institusi berjalan sesuai arahan pemerintah.

Percepat Program Strategis Pemerintah

Usai pelantikan, Tandyo menegaskan bahwa percepatan sejumlah program prioritas pemerintah yang melibatkan TNI Angkatan Darat menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera ditindaklanjuti.

Program tersebut antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, dan penguatan ketahanan pangan. Menurut Tandyo, jajaran TNI AD akan berupaya mempercepat pelaksanaan program-program tersebut sesuai tugas yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Marak OTT Kepala Daerah, Prabowo Diminta Jadikan Rapat Nasional Momentum Perkuat Antikorupsi

“Tentunya ini akan menjadi PR dari Angkatan Darat untuk bisa mempercepat, khususnya untuk operasionalisasi apakah itu KDKMP, apakah itu Sekolah Rakyat, apakah itu ketahanan pangan yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan,” ujar Tandyo dalam keterangannya seusai pelantikan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, serta undangan lainnya. Pergantian kepemimpinan di tubuh TNI AD ini diharapkan dapat memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas pertahanan sekaligus mendukung program-program strategis pemerintah. (r/isl)