JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memastikan bahwa proses penerbitan visa haji bagi jemaah Indonesia hampir mencapai 100 persen.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan saat memberikan keterangan, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan, secara umum seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah telah rampung.
“Perlu saya sampaikan bahwa sampai hari ini semua persiapan sudah selesai. Penerbitan visa jemaah haji sudah hampir 100 persen keluar,” ujarnya.
Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, beredar sejumlah informasi terkait kemungkinan perubahan jadwal keberangkatan. Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini rencana keberangkatan jemaah haji Indonesia tetap berjalan sesuai jadwal.
“Mudah-mudahan semua on schedule, sehingga berita-berita yang mengatakan ada perubahan atau ketidakberangkatan tidak terbukti nantinya,” kata Gus Irfan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi global, khususnya terkait aspek keamanan, sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan maksimal kepada jemaah.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kata dia, keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Seperti amanat Presiden bahwa keselamatan dan keamanan jemaah haji menjadi prioritas utama. Karena itu, kami melakukan mitigasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi,” jelasnya.
Selain faktor keamanan, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap kesiapan logistik jemaah selama berada di Tanah Suci. Gus Irfan menekankan bahwa aspek konsumsi dan kebutuhan dasar lainnya merupakan bagian penting dari jaminan keselamatan jemaah.
“Jemaah haji aman tapi makanannya tidak terpenuhi, itu artinya belum aman juga. Jadi logistik menjadi perhatian kami untuk memastikan semuanya terpenuhi,” tegasnya.
Ia pun memastikan bahwa seluruh persiapan kini tinggal menunggu waktu keberangkatan.
“InsyaAllah semuanya sudah siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan,” pungkasnya. (kmp/isl)
