TEBING TINGGI– Karang Taruna Kota Tebing Tinggi sebut pengibaran bendera One Piece untuk menggantikan bendera Merah Putih dalam memperingati Kemerdekaan RI ke 80 merupakan ancaman disintegrasi bangsa yang serius.
Sebagaimana diketahui, belakangan di jagad media sosial ramai postingan-postingan tentang pengibaran bendera One Piece untuk menggantikan bendera merah putih dalam menyemarakkan HUT RI ke 80. Reaksi dari berbagai pihak pun muncul dalam menanggapi isu atau propaganda ini, termasuk Karang Taruna Kota Tebing Tinggi.
Ditemui di salah satu cafe yg ada di sekitaran BP7, Ketua Karang Taruna Kota Tebing Tinggi, Jatmiko sangat menyesalkan atas propaganda yang ada.
“Ini jelas-jelas propaganda ya. Kita sangat menyesalkan hal ini terjadi. Yang jelas, ini bisa menjadi ancaman disintegrasi bangsa,” jelas Jatmiko.
Bendera One Piece yang merupakan sebuah bendera dalam film anime berjudul One Piece ini menjadi tren di kalangan anak-anak muda Indonesia beberapa tahun terakhir. Hal ini juga mendapat sorotan dari Ketua Karang Taruna Kota Tebing Tinggi.
“Ya kita lihat ya beberapa tahun terakhir ini, film One Piece ini cukup di gandrungi oleh anak-anak muda Indonesia. Ya silahkan saja nonton film nya, ndak masalah. Tapi jangan sampai kecintaan terhadap film luar negeri itu dapat mensugesti anak-anak muda untuk tak cinta terhadap Indonesia,” tambah Jatmiko.
Jatmiko juga menekankan kepada anak-anak muda untuk tahu sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebutnya kemerdekaan.
“Setelah bangsa Barat menjajah kita, selanjutnya kan kita di jajah sama Jepang yang notabene film anime tersebut berasal dari negara Jepang. Jadi, coba lah belajar lagi tentang sejarah. Jangan hanya membebek saja. Sekali lagi saya katakan, silahkan suka film anime, tapi jangan gara-gara itu melecehkan negara Indonesia.” Terang Jatmiko
Disinyalir, orang-orang yang melakukan ajakan untuk pengibaran bendera One Piece tersebut adalah orang-orang yang protes terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang berpihak pada rakyat.
“Kalau lah orang-orang yg mengajak untuk ngibarkan bendera One Piece tadi itu beralasan kecewa dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mereka rasa kurang merakyat, maka sampaikan lah kritikan tersebut dengan bijak, dengan tetap mengutamakan kepentingan bangsa agar bangsa ini tak terpecah belah.” Jatmiko
Ketua Karang Taruna Kota Tebing Tinggi menganggap ajakan untuk mengibarkan bendera One Piece untuk menggantikan pengibaran bendera merah putih merupakan ancaman disintegrasi bangsa yang serius.
“Jelas ini ancaman disintegrasi bangsa yang serius. Kalau ini dibiarkan maka marwah negara tidak ada. Martabat bangsa akan jatuh. Jelas-jelas ini bertentangan dengan Pancasila,” sebut Jatmiko
Jatmiko juga menyoroti terkait pandangan orang-orang tentang demokrasi yang salah arti.
“Demokrasi itu benar, bebas menyuarakan pendapat. Hak-hak dilindungi. Pemimpin dan rakyat mempunyai suara yang sama. Tapi demokrasi juga bukan kita sembarangan berbuat sesuka hati kita. Ada batasan-batasan yang harus di perhatikan. Ada aturan-aturan negara yang harus dijalankan, tak dilanggar. Jadi, jangan salah mengartikan demokrasi itu,” lanjutnya.
Dalam penutupan nya, Jatmiko mengajak seluruh orang-orang khusus nya anak-anak muda untuk lebih bijak lagi dalam bernegara dan menggunakan media sosial serta mengajak untuk belajar kembali sejarah bangsa.
“Nampaknya kita harus lebih bijak lagi dalam bernegara. Terkhusus anak-anak muda yang jiwa dan semangat nya menggelora, ayo bijak bermedia sosial. Kemudian saya juga mau mengajak anak-anak muda kita ini lebih mempelajari sejarah bangsa Indonesia khusus nya sejarah bagaimana memperjuangkan agar negara kita ini merdeka. Seperti yang di katakan oleh Bung Karno, JAS MERAH (Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah),” tutup Jatmiko.
