276 Warga Batang Keluhkan Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG, Distribusi SPPG Dihentikan

Nasional, PERISTIWA13 Dilihat

BATANG — Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan pembaruan data Pemerintah Kabupaten Batang pada Rabu (23/9/2026), keluhan yang dirasakan warga antara lain mual dan pusing. Jumlah tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pemerintah daerah.

Makanan MBG dikonsumsi para pelajar di sejumlah sekolah pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah pelajar mulai mengalami keluhan kesehatan.

Sebagian makanan yang tidak habis kemudian dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi oleh orang tua. Sejumlah orang tua yang menyantap makanan tersebut juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Merespons kejadian tersebut, Pemkab Batang menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG Yayasan Bela Sejahtera di Kecamatan Bawang. Sampel makanan telah diambil untuk diperiksa di laboratorium melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.

BACA JUGA :  Isu Pembatasan BBM Subsidi Mulai 1 April, BPH Migas Buka Suara

Jumlah warga yang dilaporkan mengalami keluhan meningkat cukup signifikan. Pada pendataan awal, Pemkab Batang mencatat 87 orang, terdiri dari 73 warga Desa Pasusukan dan 14 warga Desa Bawang. Data terbaru kemudian mencapai 276 orang.

Pemerintah masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan jumlah serta sebaran warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Sejumlah warga sempat mendapatkan penanganan medis. Enam orang dirujuk ke Rumah Sakit Baitus Syifa Limpung, 24 orang ke RSUD Limpung, dan dua orang mendapat penanganan di Puskesmas Subah.

Dalam perkembangan berikutnya, sekitar 19 korban tercatat menjalani perawatan di RSUD Kalisari Batang.

BACA JUGA :  Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG serta Integrasi Layanan Publik

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga.

“Kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir,” kata Suyono saat berada di RSUD Batang, Rabu (23/9/2026).

Hingga hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan, pemerintah belum menetapkan jenis makanan tertentu sebagai penyebab gangguan kesehatan tersebut. Menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026) terdiri atas nasi, telur bolognaise, mix sayur, tahu mendoan, dan buah anggur.

Telur sempat disebut warga sebagai salah satu makanan yang dikonsumsi. Namun, Pemkab Batang belum menyimpulkan bahwa telur maupun menu lainnya menjadi sumber gangguan kesehatan.

Suyono mengatakan kemungkinan adanya persoalan dalam proses pengolahan makanan juga perlu diperiksa.

“Kalau ada kesalahan dalam memasak atau makanan tidak sehat, ini sangat rawan,” ujarnya.

SPPG Yayasan Bela Sejahtera diketahui melayani sekitar 2.700 penerima manfaat MBG setiap hari. Makanan dari dapur tersebut disalurkan ke 11 satuan pendidikan dan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Bawang.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 2 Saksi Kasus Suap Perkara Ronald Tannur

Namun, angka 2.700 penerima manfaat tersebut tidak berarti seluruhnya mengalami gangguan kesehatan. Pemkab Batang masih melakukan verifikasi terhadap satuan pendidikan dan warga yang mengonsumsi makanan dari SPPG tersebut.

Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi warga yang mengalami keluhan serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan perawatan kembali meningkat.

Jika kapasitas rumah sakit terbatas, pasien dapat diarahkan ke puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar penting untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan yang dialami warga. Sampai hasil tersebut keluar, pemerintah belum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian. (bc/isl)