TANGERANG SELATAN — Ledakan keras mengguncang sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dentuman yang terdengar sesaat setelah waktu Magrib itu mengejutkan warga dan pedagang di sekitar pasar. Kuatnya ledakan menyebabkan bagian depan bangunan mengalami kerusakan parah. Tembok ruko jebol, sementara puing-puing bangunan berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Petugas kepolisian bersama tim terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi Kerahkan Tim Gegana
Untuk memastikan keamanan di lokasi, sebanyak 50 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Metro Jaya, termasuk Tim Gegana dan teknisi bom, dikerahkan guna melakukan penyisiran serta sterilisasi area.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bahaya susulan sekaligus mendukung proses penyelidikan. Aliran listrik di sekitar lokasi juga sempat dipadamkan sementara demi keselamatan petugas dan warga.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam informasi kejadian, korban terdiri atas dua orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat, dan delapan orang mengalami luka ringan.
Para korban dilaporkan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di tiga rumah sakit rujukan, yakni RS Sari Asih Ciputat, RSUD Tangerang Selatan, dan RS Fatmawati.
Polisi Tegaskan Ledakan Bukan Bom
Besarnya dampak ledakan sempat memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya bom atau bahan peledak.
Namun, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bom.
“Ini bukan bom,” demikian penegasan Susatyo sebagaimana dikutip dalam informasi yang menjadi bahan pemberitaan ini.
Dalam proses pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan titik kerusakan terparah pada bangunan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan buah. Di dalamnya terdapat tumpukan pisang mentah dan sejumlah tabung gas etilen yang biasa digunakan untuk membantu proses pematangan buah.
Meski demikian, keberadaan tabung gas tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab ledakan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber ledakan dan faktor yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.
Polisi Bantah Kaitan dengan Dapur MBG
Selain dugaan bom, beredar pula informasi yang mengaitkan lokasi ledakan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, membantah informasi tersebut. Ia memastikan bangunan yang mengalami ledakan merupakan ruko yang digunakan sebagai tempat penyimpanan buah, bukan dapur MBG.
Kepolisian masih mendalami penyebab ledakan melalui pemeriksaan tempat kejadian perkara dan pengumpulan bukti-bukti yang diperlukan.
Masyarakat diimbau tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Langkah tersebut penting agar proses penyelidikan berjalan lancar sekaligus menghormati para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Hingga penyebab pasti ledakan diketahui, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan faktor yang menyebabkan kerusakan bangunan dan jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (bc/isl)
