JAKARTA – Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Pol (Purn.) Napoleon Bonaparte, meninggal dunia pada Minggu (18/10/2026). Kabar duka tersebut disampaikan Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa melalui akun media sosial X pribadinya, @DokterTifa.
Dalam unggahannya, Dokter Tifa membagikan foto Napoleon Bonaparte sekaligus menyampaikan ucapan perpisahan dan rasa terima kasih atas perhatian serta dukungan yang selama ini diterimanya.
“Selamat jalan, Abangda. Terima kasih atas setiap nasihat, penguatan, perhatian, dan persaudaraan yang telah Abangda berikan. Semua itu akan selalu saya kenang,” tulis Tifa.
Dokter Tifa mengungkapkan, dirinya telah menganggap Napoleon sebagai sosok abang yang memberikan dukungan, terutama sejak ia menghadapi persoalan hukum yang disebutnya sebagai kriminalisasi.
Selama hampir 600 hari menjalani perjuangan tersebut, Napoleon disebut menjadi tempatnya mengadu, berdiskusi, berkonsultasi, sekaligus meminta arahan.
“Selama hampir 600 hari perjuangan ini, beliau menjadi tempat saya mengadu, bertanya, berdiskusi, berkonsultasi, dan meminta arahan. Beliau selalu menguatkan dan membesarkan hati saya,” ungkapnya.
Menurut Tifa, Napoleon kerap mengingatkannya agar tetap teguh dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan yang tidak mudah.
Kenangan pertemuan terakhir mereka pun masih membekas. Tifa mengaku baru pekan lalu berkunjung ke rumah Napoleon untuk berdiskusi. Saat itu, Napoleon bersama istri tercintanya menyambut dan menjamu mereka dengan hangat, sebagaimana kunjungan-kunjungan sebelumnya.
“Minggu lalu, saya masih duduk berdiskusi di rumah beliau. Seperti setiap kunjungan sebelumnya, beliau dan istri tercinta menyambut serta menjamu kami dengan penuh kehangatan. Tak pernah terbayangkan bahwa pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir kami,” tulis Tifa.
Ungkapan duka tersebut menggambarkan kedekatan personal antara Dokter Tifa dan Napoleon, yang selama ini disebutnya memberikan dukungan serta penguatan dalam menghadapi persoalan hukum.
Napoleon Bonaparte dikenal sebagai purnawirawan perwira tinggi Polri yang pernah menjabat Kadivhubinter Polri. Namanya juga pernah menjadi perhatian publik terkait perkara pengurusan penghapusan red notice buronan kasus korupsi, Djoko Tjandra.
Peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Napoleon yang sempat menjadi sorotan luas di Indonesia. (bc/isl)
