Categories: NewsSosial

Polemik Nasab, Ini Kata Ketua PB Mathla’ul Anwar Kiai Embay Mulya Syarief

BANTEN- Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, angkat bicara mengenai polemik nasab. Kiai Embay menyampaikan pentingnya memahami makna Ukhuwah Islamiyah sebagai ajaran mendasar dalam Islam yang menegaskan bahwa seluruh manusia sejatinya bersaudara.

“Ukhuwah Islamiyah bukan sekadar hubungan antar sesama Muslim, tetapi mencakup kesadaran bahwa kita semua berasal dari satu sumber, yakni Nabi Adam AS. Oleh karena itu, persaudaraan dalam Islam bersifat universal,” ujar Kiai Embay kepada Kabar Banten, Senin (14/4/2025).

Kiai Embay mengutip sabda Rasulullah SAW yang menjadi dasar pemahaman ini. “Tuhan kalian adalah satu, ayah kalian juga satu. Kalian semua berasal dari Adam, dan Adam diciptakan dari tanah. Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, dan tidak pula non-Arab atas orang Arab, kecuali dengan takwa.”

“Hadis ini menegaskan bahwa Islam menolak segala bentuk diskriminasi berbasis ras, etnis, maupun status sosial. Yang membedakan derajat seseorang di hadapan Allah adalah kadar takwanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ulama asal Banten itu menyampaikan bahwa ketakwaan yang sejati akan tercermin dari akhlak yang mulia.

“Orang yang paling bertakwa adalah yang paling baik akhlaknya. Islam sangat menekankan adab dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Inilah yang harus menjadi ukuran kemuliaan seseorang, bukan kekayaan, keturunan, atau gelar duniawi,” ucapnya.

Kiai Embay juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan zaman dan berbagai konflik yang membelah umat, semangat Ukhuwah Islamiyah harus menjadi tali pengikat yang kokoh. Ia mengajak seluruh umat Islam untuk terus menjaga persaudaraan, menjauhi sikap saling merendahkan, dan membangun kebersamaan atas dasar kasih sayang, keadilan, dan rasa saling menghormati.

“Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Maka, janganlah kita mencederai ajaran ini dengan sikap eksklusif dan merasa lebih baik dari yang lain. Mari kita hidupkan semangat ukhuwah, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.

Dengan penekanan tersebut, Kiai Embay Mulya Syarief berharap nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah dapat benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai dasar membangun peradaban yang damai, adil, dan beradab. (isl)