Prabowo Pangkas 3.000 Direktur dan 7.500 Komisaris BUMN — Restrukturisasi Terbesar Sejarah

News21 Dilihat

Jakarta– Presiden Prabowo Subianto bersiap melakukan operasi besar-besaran di tubuh BUMN. Bukan sekadar efisiensi biasa — ini adalah perombakan struktural yang akan menghapus ribuan kursi empuk di jajaran manajemen perusahaan negara yang dinilai hanya memboroskan uang rakyat.

Pemicunya jelas: ratusan anak dan cucu usaha BUMN terus merugi, tapi tetap rajin menyedot anggaran negara untuk membayar gaji besar dan fasilitas mewah para petingginya.

Hitungan yang Mengejutkan

BACA JUGA :  Bukber dan Salat Berjamaah di Abu Dhabi, Keakraban Prabowo–MBZ Kian Erat

Dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri, Prabowo membeberkan kalkulasinya secara langsung. Dari lebih dari 1.000 entitas BUMN beserta anak dan cucu usahanya, pemerintah akan memangkas hingga tersisa sekitar 250 perusahaan yang benar-benar sehat dan kompetitif. Lebih dari 200 BUMN merugi bahkan sudah resmi ditutup.

Dari target penciutan sekitar 750 entitas itulah angka besar itu muncul. Setiap perusahaan yang dilikuidasi atau digabungkan otomatis menghilangkan satu posisi Direktur Utama. Tambahkan empat hingga lima direksi lainnya per perusahaan — totalnya sekitar 3.000 jabatan direktur yang hilang. Dengan asumsi rata-rata sepuluh komisaris per entitas, ada sekitar 7.500 kursi komisaris yang ikut terhapus.

BACA JUGA :  Prabowo Akui Negara Bocor Rp 2.500 Triliun Tiap Tahun Jadi Penyebab Sulitnya Perbaikan Gaji Guru-ASN

Ramping di Atas, Aman di Bawah

Pemerintah juga akan membatasi jumlah dewan komisaris maksimal enam orang per BUMN — idealnya hanya empat hingga lima orang. Struktur yang lebih ramping, pengawasan yang lebih fokus.

Yang penting dicatat: kebijakan ini tidak menyasar karyawan tingkat bawah. Tidak ada PHK massal. Pegawai dari perusahaan yang ditutup akan dialihkan dan diintegrasikan ke dalam BUMN induk yang sehat.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Subianto Beri Taklimat Komandan Satuan TNI 2026 di Universitas Pertahanan, Tekankan Peran Garda Terdepan untuk Rakyat

Prabowo menargetkan seluruh proses restrukturisasi ini rampung sebelum akhir tahun — demi tata kelola BUMN yang lebih transparan, efisien, dan benar-benar bekerja untuk negara, bukan untuk segelintir pejabat di kursi empuknya. (bc)