Fraksi Gerindra Sebut Walikota Binjai Pengecut

Politik, Sumut67 Dilihat

BINJAI– Anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Raja Doli Simorangkir, menerima masa aksi pedagang korban penggusuran oleh Pemko, Senin (27/4/2026). Gerindra sebut Walikota Binjai pengecut karena tidak mau bertemu masyarakat korban penggusuran.

Dalam pertemuan tersebut, para pedagang mengeluhkan belum adanya kejelasan solusi dari pemerintah terkait nasib mereka ke depan. Hingga saat ini, para PKL mengaku masih berada dalam ketidakpastian pasca penertiban yang dilakukan.

BACA JUGA :  Kampanye Akbar Selesai, Massa Pendukung AMIN Mulai Tinggalkan JIS

Ronggur menegaskan bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga wajib memberikan solusi bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari berdagang.

“Ini menyangkut hajat hidup masyarakat kecil. Sampai hari ini belum ada solusi yang jelas. Ini yang menjadi perhatian serius kami di DPRD,” ujar Ronggur.

Lebih lanjut, Ronggur juga menyoroti sikap Wali Kota Binjai yang dinilai tidak hadir di tengah persoalan masyarakat. Ia menyebut, di saat pedagang membutuhkan kepastian dan dialog, Wali Kota justru memilih berada di luar daerah.

BACA JUGA :  From Medan to Ningbo City : Cerita Laila Menimba Ilmu di Negeri Tirai Bambu

“Di saat masyarakat menjerit, Wali Kota malah ke Jakarta menerima penghargaan. Ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, di mana keberpihakan kepada rakyat kecil?” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Binjai berencana menggelar rapat resmi dengan mengundang para pedagang kaki lima serta Wali Kota Binjai untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.

BACA JUGA :  DPRD Medan Berikan Apresiasi Program Wali Kota Benahi SJUT

“Kami akan undang para pedagang dan juga Wali Kota Binjai ke DPRD. Ini harus dibicarakan secara terbuka agar ada jalan keluar yang adil bagi semua pihak,” tambah Ronggur.

Para pedagang berharap DPRD dapat menjadi jembatan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. (r/isl)