JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan salat tarawih bersama masyarakat di Masjid Al-Falaah, kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026) malam. Selain beribadah, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyosialisasikan program pengaduan masyarakat bertajuk “Lapor Mas Wapres”.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi pada awal Ramadan 1447 Hijriah, dengan memilih masjid yang berada di lingkungan padat penduduk agar dapat berinteraksi langsung dengan warga.
Setibanya di lokasi dengan mengenakan batik cokelat dan celana hitam, ia disambut pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat sekitar. Ia kemudian mengikuti rangkaian ibadah, mulai dari salat Isya, tarawih, witir, hingga mendengarkan tausiah yang menekankan pentingnya saling memaafkan.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus mengajak warga untuk mendoakan kesehatan dan kelancaran tugas kepala negara yang sedang berada di luar negeri.
Ia menjelaskan, kunjungan ke masjid di kawasan permukiman bertujuan untuk mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat.
“Saya sengaja mencari masjid yang ada di dalam kampung, di tengah permukiman padat, untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap masukan,” ujarnya.
Sejumlah persoalan yang biasa disampaikan warga melalui forum Musrenbang, menurutnya, akan dipelajari lebih lanjut oleh pemerintah untuk dicarikan jalan keluarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat tentang layanan “Lapor Mas Wapres” yang tersedia di Kantor Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih, Jakarta. Melalui fasilitas itu, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan, termasuk persoalan pendidikan seperti penebusan ijazah atau tunggakan SPP. Layanan tersebut dibuka setiap hari kerja dan dapat diakses langsung oleh masyarakat.
“Warga bisa datang ke kantor kami untuk menyampaikan berbagai persoalan, seperti tebus ijazah atau kesulitan membayar SPP. Itu bisa kami fasilitasi di Kantor Wapres di Kebon Sirih,” katanya.
Usai kegiatan, Wakil Presiden menyempatkan diri menyapa warga yang hadir. Ia bahkan membantu seorang pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli dengan membeli dagangannya melalui staf, lalu membagikannya kepada warga dan anak-anak di sekitar masjid. Pedagang tersebut mengaku bersyukur karena seluruh dagangannya habis.
Berdasarkan data Sekretariat Wakil Presiden, sejak diluncurkan pada November 2024 hingga 10 November 2025, program “Lapor Mas Wapres” telah menampung 16.505 aduan dari berbagai daerah di Indonesia. Laporan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, lingkungan, hingga persoalan pertanahan. (r/isl)
