Categories: Politik

Rapat Koordinasi dengan DPW Partai Gelora Jawa Timur, DPP Berikan 3 Pesan Penting

SURABAYA – Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gelora Indonesia dan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Gelora Jawa Timur digelar dengan mengundang Badan Pengurus Harian dan Ketua Bidang DPW Gelora Jawa Timur yang bertempat di Gubug Asape Surabaya, Jalan Taman Gayungsari Timur no 10 Blok MGP Surabaya, Sabtu (24/5/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut H. Rofik Munawar, Lc, Ketua DPP Koordinator Pelaksanaan Harian, Ahmad Zainuddin, Ketua DPP Koordinator Bidang Kaderisasi, Ahmad Faradish, Ketua DPP Koordinator Bidang Pemenangan Teritorial dan Mohammad Sirot, Kabangter 5 DPP yang juga owner Gubug Asape.

Ketua DPP Koordinator Bidang Kaderisasi Ahmad Zainudin mengingatkan bahwa bahwa Gelora ini bukan hanya sebagai organisasi politik yang menentukan target kekuasaan, tetapi Gelora juga merupakan organisasi Modern.

“Organisasi modern yang tidak kaku, dan Gelora ini juga merupakan Organisasi Pergerakan, jadi ukurannya bukan hanya kekuasaan, tetapi kemanfaatan sebesar-besarnya dengan perubahan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPW Gelora Jawa Timur Misbahul Munir, menilai rapat Koordinasi antara DPP Gelora Indonesia dengan DPW Gelora Jawa Timur sangat positif.

“Ini merupakan budaya partai yang baik untuk membentuk kita ini fokus utamanya bagaimana partai gelora ini betul-betul memiliki kemanfaatan besar bagi masyarakat, bangsa dan negara kita,” ujarnya pada media.

Gus Misbah kemudian memaparkan ada 3 stressing point yang di sampaikan DPP, yang pertama tentang strukturisasi.

“Tentu ada hal yang harus kami perhatikan dari sisi kebaikan artinya kita harus memeasure kader-kader yang masuk ke Gelora baik menjadi anggota maupun sebagai fungsionaris harus betul-betul terkonfirmasi orang-orang yang baik, tidak ada catatan kriminalitas secara hukum negara” jelasnya.

Kedua, dalam strukturisasi ini harus betul-betul yang kompeten, memberikan amanah kepada orang-orang sesuai pada tempatnya.

“Karenanya kami juga sangat selektif untuk mencari yang betul-betul kompeten sesuai dengan bidangnya,” lanjut Misbah.

“Ketiga yaitu loyatilas, tentu dalam organisasi loyalitas ini sangat mendasar, tentu kita tidak mengharap para kader maupun fungsionaris kita dalam berpartai ini tidak loyal,” katanya,

Konsolidasi juga menekankan tentang proses kaderisasi yang harus fokus menjadi ruh karena apapun kaderisasi itu bagian dari jembatan untuk suatu tujuan.

“Tadi juga disampaikan, apapun dalam konteks perjuangan yang kita lakukan ini, kita harus terbuka dan merangkul semua pihak, memang partai ini hadir untuk masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.