SUMENEP – Kabupaten Sumenep kini memiliki daya tarik wisata yang unik dan berbeda dari destinasi lainnya, yaitu Wisata Kasur Pasir. Destinasi yang berlokasi di Desa Leggung Timur, Kecamatan Batang-Batang ini, tidak hanya menawarkan pengalaman budaya lokal, tetapi kini tengah dikembangkan menjadi destinasi health tourism (wisata kesehatan).
Pengembangan ini dimotori oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura sejak tahun 2024. Dekan FIK UNIJA, Syaifurrahman Hidayat, menjelaskan bahwa inisiatif ini didasari oleh hasil penelitian mendalam terhadap karakteristik pasir di Desa Leggung Timur.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir di sini memiliki keunikan tersendiri. Teksturnya halus dan tidak berdebu, sehingga tidak menimbulkan masalah pernapasan atau ISPA. Inilah yang mendasari kami mengembangkan terapi pasir dengan konsep health tourism,” ujar Syaifurrahman, Minggu (12/7/2026).
Saat ini, pengelolaan Wisata Kasur Pasir dilakukan oleh Tim Sand House Therapy (SHT) yang melibatkan masyarakat setempat. Wisatawan yang berkunjung kini mengikuti prosedur terapi dan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan agar sesi tidur di atas pasir memberikan manfaat kesehatan maksimal.
Daya Tarik Internasional
Inovasi health tourism ini terbukti mampu meningkatkan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Syaifurrahman mengungkapkan bahwa destinasi ini bahkan sempat menarik perhatian wisatawan asal Malaysia.
“Ada wisatawan asal Malaysia yang sampai menginap selama lima hari untuk mendokumentasikan keunikan kasur pasir ini sebagai bahan film untuk dipublikasikan di negaranya,” tambahnya.
Pengembangan konsep wisata ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga pelestarian lingkungan. Pihak pengelola berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan penuh agar Wisata Kasur Pasir dapat semakin dikenal di kancah nasional hingga internasional. (bc/isl)
