Jakarta– Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani resmi membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi para pelatih dan instruktur kontingen paralimpik Indonesia di NPC Training Center Delingan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Erick Thohir sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga paralimpik nasional.
Dalam ajang ini, Reda Manthovani yang juga bertindak sebagai Chef de Mission (CdM) National Paralympic Committee Indonesia untuk Asian Para Games 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memastikan atlet-atlet difabel Indonesia memperoleh pendampingan terbaik menuju kompetisi internasional.
“Melalui program-program yang ada di Kemenpora, kami optimistis atlet kita mampu bersaing di level tertinggi,” ujar Reda Manthovani.
Asian Para Games 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Nagoya.
Sementara itu, Erick Thohir menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ToT tersebut. Menurutnya, kualitas atlet tidak terlepas dari kompetensi para pelatih yang membina mereka secara berkelanjutan.
“Kita butuh keberlanjutan untuk mencetak pelatih-pelatih berkualitas yang akan menjadi tulang punggung prestasi olahraga paralimpik Indonesia di masa depan,” tegas Erick Thohir.
Program ToT di NPC Training Center Delingan menjadi bagian dari strategi besar pembinaan kontingen paralimpik Indonesia dengan tiga fokus utama, yakni:
Melalui sinergi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, tim CdM, dan NPC Indonesia, pemerintah berharap kontingen Merah Putih tidak hanya mampu berpartisipasi di Asian Para Games 2026, tetapi juga melampaui target perolehan medali dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia. (bc)